New Normal, Menpan RB Optimistis Pelayanan Publik Tak Terganggu

New Normal, Menpan RB Optimistis Pelayanan Publik Tak Terganggu
Ilustrasi aparatur sipil negara. (Foto: Antara)
Carlos KY Paath / FER Rabu, 3 Juni 2020 | 20:24 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB), Tjahjo Kumolo, mengingatkan agar seluruh aparatur sipil negara (ASN) di setiap instansi pemerintah dapat menerapkan sistem kerja baru melalui tatanan normal baru atau new normal dalam waktu dekat.

Baca Juga: Menpan RB Bagikan Masker di Jalanan

"Tatanan normal baru dipastikan tidak akan mengganggu pelayanan publik dan proses perizinan. Pelayanan publik harus tetap berjalan optimal," kata Tjahjo Kumolo, di Jakarta, Rabu (3/6/2020).

Menurut Tjahjo, Presiden Joko Widodo (Jokowi) sudah meminta agar provinsi, kabupaten, dan kota yang telah selesai melaksanakan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) sepatutnya memulai sistem kerja baru bagi ASN.

"Secara bertahap, melalui kementerian, lembaga dan pemda (pemerintah daerah) harus memulai sistem kerja baru bagi ASN," ujar Tjahjo.

Baca Juga: ASN Diminta Bersiap Songsong Tatanan Normal Baru

Tjahjo menegaskan sistem kerja baru dilakukan dengan mengoptimalkan pelayanan masyarakat pada berbagai sektor dengan tetap menerapkan protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran Covid-19. "Saat menjalani sistem kerja baru, setiap ASN wajib menggunakan masker, menjaga jarak, dan menerapkan perilaku sehat di kantor," tegas Tjahjo.

Tjahjo pun memberikan arahan agar kepala instansi pemerintah membagi tugas selama berlangsungnya tatanan new normal. Misalnya kepada pegawai yang berusia diatas 50 tahun, atau rentan tertular penyakit dapat diizinkan bekerja dari rumah.

Sistem pembagian tugas berjadwal juga dilakukan terutama untuk melindungi pegawai dari penularan Covid-19. "Hal yang penting pengambilan keputusan perizinan jangan sampai terganggu, dan produktivitas ASN bisa ditingkatkan," kata Tjahjo.

Baca Juga: Revolusi Mental ASN untuk Tujuan Pembangunan

Tjahjo mengimbau setiap acara yang bersifat seremonial atau rapat dapat dibatasi jumlah pesertanya, sehingga tidak melanggar protokol kesehatan yang ditetapkan oleh Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19.

Terdapat fokus utama yang harus dilaksanakan para ASN, yaitu sistem kerja fleksibel, pengaturan sistem kerja atau jam kerja yang baik, serta optimalisasi infrastruktur-infrastruktur penunjang melalui sistem pemerintahan berbasis elektronik (SPBE).

Tjahjo menambahkan, di tengah pandemi ini, sistem manajemen kinerja ASN diharapkan dapat semakin beradaptasi antara lain melalui pertemuan virtual selama tatanan normal baru dengan tetap menitikberatkan perhatian pada pencapaian target kinerja.



Sumber: BeritaSatu.com