Temui Jokowi, JK Minta Masjid Boleh Buka Besok

Temui Jokowi, JK Minta Masjid Boleh Buka Besok
Masjid Istiqlal Jakarta. (Foto: Antara)
Lenny Tristia Tambun / YUD Rabu, 3 Juni 2020 | 20:23 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) bertemu dengan mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla di Istana Merdeka, Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (3/6/2020). Dalam pertemuan tersebut Jusuf Kalla meminta agar masjid, gereja dan tempat ibadah lainnya bisa dibuka kembali untuk kegiatan ibadah.

“Kedatangan saya untuk melihat kesiapan kembali di Jakarta untuk melaksanakan salat Jumat secara resmi. InsyaAllah lusa,” kata Jusuf Kalla seusai bertemu dengan Presiden Jokowi.

Jusuf Kalla mengatakan masjid dan tempat ibadah lainnya boleh dibuka bila Gubernur DKI tidak lagi memperpanjang penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang akan berakhir besok, Kamis (4/6/2020).

Baca juga: DMI Jakarta Ikut Arahan Pemprov DKI Terkait Pembukaan Masjid

“Ini setelah saya berkonsultasi dengan Bapak Presiden dan Bapak Gubernur DKI. Bahwa apabila DKI besok tidak lagi memperpanjang PSBB, maka berarti ada perbaikan yang signifikan di DKI dan juga daerah-daerah lainnya. Karena itulah maka tempat-tempat umum dapat dibuka dengan syarat melaksanakan protokol kesehatan yang ketat,” terang Jusuf Kalla.

Kenapa rumah ibadah harus dibuka pertama kali setelah PSBB tidak diberlakukan lagi, menurut Jusuf Kalla, setelah dipelajari, penerapan protokol kesehatan yang ketat justru dilakukan di rumah ibadah seperti masjid, gereja dan tempat ibadah lainnya.

Baca juga: JK: Saatnya Umat Kembali ke Masjid

“Protokol kesehatan ada tiga, yakni jaga jarak minimum satu meter, pakai masker dan cuci tangan. Semua itu dilakukan di masjid. Kita jaga jarak satu meter, jemaah pakai masker, kalau tidak pakai masker kita suruh pakai masker. Kemudian masuk rumah ibadah disediakan cuci tangan baik sabun maupun disinfektan,” jelas Jusuf Kalla.

Ditegaskannya, dalam situasi terjadi pandemi virus corona, rumah ibadah paling aman karena berbeda dengan pasar maupun pusat perbelanjaan dalam menerapkan protokol kesehatan.

“Itulah kenapa Presiden, Gubernur dan DMI sepakat mulai Jumat ini masjid dibuka. Dengan syarat, masjid-masjid membersihkan ruang ibadah dengan disinfektan atau cairan pembersih lainnya. Kemudian jemaah harus membawa sajadah sendiri untuk tempat sujud agar tidak terkena corona,” terang Jusuf Kalla.

Baca juga: Warga Kota Bekasi Mulai Gelar Ibadah Berjemaah di Masjid

Tidak hanya itu, kapasitas masjid harus menampung 40 persen dari total kapasitas yang ada dan salat Jumat dibagi dua gelombang.

Selanjutnya, rumah ibadah yang akan dibuka kembali harus mengantongi surat izin dari lurah setempat.

“Tentu kita mengharapkan pengurus masjid melaporkan pembukaan masjid ke lurah masing-masing. Minta izin ke lurah. Bagi yang zona merah, harus berdasarkan pertimbangan Pemeritnah wilayah masing-masing,” ungkapnya.

Bila PSBB di Jakarta tidak diperpanjang, lanjutnya, maka rencananya Presiden Jokowi akan melakukan salat di Masjid Istana. Tetapi bila PSBB diperpanjang, maka situasi masih bahaya di DKI Jakarta.

“Prinsipnya kenapa masjid harus dibuka daripada yg lain, karena suatu negara harus ada rohnya. Roh keagamaan kita adalah berdoa. Nanti setelah masjid, gereja buka maka Mall dan kantor bisa dibuka. Lalu ada rohnya bangsa ini. Buat apa kita peringati hari lahirnya Pancasila pada 1 Juni, kalau tidak bisa melaksanakan sila Ketuhanan yang Maha Esa,” papar Jusuf Kalla.



Sumber: BeritaSatu.com