Khawatir Sikap Arab Saudi, PPP Minta Pemerintah Perjelas Penundaan Ibadah Haji

Khawatir Sikap Arab Saudi, PPP Minta Pemerintah Perjelas Penundaan Ibadah Haji
Anggota DPR dari Fraksi PPP, Achmad Baidowi. (Foto: Istimewa)
Markus Junianto Sihaloho / JAS Rabu, 3 Juni 2020 | 21:20 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Sekretaris Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Achmad Baidowi meminta agar Pemerintah memperjelas sikap menunda pelaksanaan ibadah haji 2020 terkait dengan sikap Pemerintah Arab Saudi.

Menurutnya, sampai saat ini Pemerintah Arab Saudi belum mengumumkan kepastian penyelenggaraan ibadah haji, baik itu pembatalan ataupun pembatasan haji.

"Seandainya pemerintah Saudi tetap menyelenggarakan haji baik secara penuh atau dengan pembatasan, lalu apakah Indonesia tetap tidak memberangkatkan? Ini juga terkait hubungan bilateral, komunikasi antarpejabat kedua negara," kata Acmad Baidowi, Rabu (3/6/2020).

"Jangan sampai sikap Pemerintah Indonesia meminta Arab Saudi untuk tidak mengeluarkan visa haji, baik yang reguler maupun mujamalah, jangan sampai dimaknai sebagai intervensi terhadap kewenangan Arab Saudi," tambahnya.

Lebih jauh, Baidlowi mengatakan pihaknya memahami niatan pemerintah membatalkan pemberangkatan haji tahun ini lebih sebagai perlindungan kepada jemaah dan umat Islam. Namun seyogianya pengambilan keputusan tersebut dilakukan bersama DPR sebagaimana amanat UU 8/2019 yang mengamanatkan setiap keputusan diambil bersama.

PPP juga menyingung dana nasabah ibadah haji tidak boleh diutak-atik kecuali diminta sendiri oleh jamaah. Topik itu penting karena PPP mendengar adanya informasi bahwa dana haji akan digunakan untuk penguatan rupiah.

Bagi PPP, penggunaan dana haji untuk penguatan rupiah tidak boleh dilakukan dan harus dijelaskan kepada publik.

"Jadi Pemerintah harus mengklarifikasi apakah informasi itu benar atau tidak. Sehingga tidak menimbulkan informasi liar dan membuat resah. Maka pengawasan pengembalian terhadap dana jamaah itu harus dilakukan secara ketat oleh pihak berwenang," kata Achmad Baidowi.



Sumber: BeritaSatu.com