Penanganan Covid-19 di Kota Didi Kempot Diapresiasi

Penanganan Covid-19 di Kota Didi Kempot Diapresiasi
Penasehat Gugus Tugas Covid-19 yang sekaligus Ketua DPRD Ngawi, Dwi Rianto Jatmiko, saat meninjau rapid test masal secara gratis. (Foto: Beritasatu Photo / Istimewa)
Feriawan Hidayat / FER Rabu, 3 Juni 2020 | 22:51 WIB

Ngawi, Beritasatu.com - Laskar Ngawi memberikan apresiasi tinggi terhadap upaya penanganan pandemi virus corona (Covid-19) di Kabupaten Ngawi, yang dinilai sudah berjalan dengan baik.

Baca Juga: Pasien Sembuh Covid-19 di Jatim Capai 1.091 Orang

Ketua Umum Laskar Ngawi, Moch Sjah Nur Hidajat, menyatakan, pihaknya mengapresiasi kecepatan tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 dalam melakukan penanganan terhadap warga yang memiliki potensi tinggi Covid-19.

"Awalnya Kabupaten Ngawi zero corona. Per 6 Mei 2020 terdapat lima pasien terkonfirmasi positif dari klaster Temboro,” terang Sjah Nur dalam keterangan persnya, Rabu (3/6/2020).

Menurut Sjah Nur, status kota almarhum Didi Kempot berubah menjadi zona merah. "Pemkab Ngawi gerak cepat dan langsung melakukan pelacakan terhadap orang-orang yang kontak erat dengan pasien," sambungnya.

Untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19, Tim GTPP Covid-19 Dinas Kesehatan (Dinkes) Ngawi menggelar rapid test masal secara gratis.

Baca Juga: Ngawi Gelar Konser Digital Mengenang Didi Kempot

Data Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Ngwai mencatat hingga 20 Mei 2020, total pasien Corona Covid-19 di Ngawi menjadi 12 orang. Untuk jumlah orang dalam pemantauan (ODP) mencapai 309 orang. Sedangkan, jumlah pasien dalam pengawasan (PDP) ada 27 orang.

Pelacakan terus dilakukan dengan menggelar rapid test gratis untuk para pedagang di seluruh pasar yang ada Kabupaten Ngawi. "Adapun data yang dihimpun Laskar Ngawi, total fasilitas rapid test hingga Kamis 28 Mei 2020 sudah mencapai 4.600 spesimen, itu belum semua yang dilaporkan,” papar Sjah Nur.

Kabar baiknya, dari pasien positif sudah ada yang berhasil sembuh setelah menjalani perawatan di ruang isolasi RSUD Moewardi Solo. Kabupaten Ngawi yang sebelumnya berstatus zona merah turun menjadi zona kuning virus corona baru atau Covid-19 setelah pasien tersebut sembuh. "Respons dan kecepatan penanganan kasus Covid-19 ini yang patut kita apresiasi," tandas Sjah Nur.

Sementara itu, penasehat GTPP Covid-19 yang sekaligus Ketua DPRD Ngawi, Dwi Rianto Jatmiko mengatakan, percepatan penanganan Covid-19 tak terlepas dari peran serta masyarakat yang patuh terhadap berbagai protokol kesehatan yang diterapkan.

Baca Juga: Laskar Ngawi Berbagi dengan Marbot Masjid di Tiga Wilayah

"Kami minta warga mengenakan masker, karena memang sudah dibagikan hampir ke seluruh warga Ngawi. Rajin cuci tangan, jaga jarak dan tetap di rumah saja. Untuk membatasi warga keluar dan masuk Ngawi, kami lakukan penyekatan melalui beberapa pos check point," terang pria yang kerap disapa Mas Anto ini.

Bagi warga yang menginginkan rapid test secara mandiri, pihaknya menyediakan beberapa rumah sakit rujukan di kota Ngawi. Tentu saja, untuk rapid test mandiri masyarakat akan dikenakan biaya.

"Pemkab juga menyediakan fasilitas layanan rapid test gratis atau tidak dipungut biaya bagi para pedagang pasar tradisional atau yang beraktifitas di simpul ekonomi rakyat kecil," pungkas Mas Anto.



Sumber: BeritaSatu.com