Holding BUMN Pangan Diharapkan Bantu Wujudkan Ketahanan Pangan di Indonesia
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Holding BUMN Pangan Diharapkan Bantu Wujudkan Ketahanan Pangan di Indonesia

Kamis, 4 Juni 2020 | 13:31 WIB
Oleh : YUD

Jakarta, Beritasatu.com - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir berencana menyusun peta jalan (roadmap) menggabungkan Perum Bulog dengan PTPN dan RNI dalam klaster pangan. Untuk mendorong terbentuknya rantai industri pangan perusahaan BUMN yang terkonsolidasi dari hulu ke hilir.

Koordinator Nasional Koalisi Rakyat untuk Kedaulatan Pangan (KRKP), Said Abdullah mendukung rencana tersebut sebagai bentuk komitmen Negara untuk memenuhi hak pangan setiap warga. ”Inisiatif (Holding BUMN Pangan) perlu kita dukung dan secara prinsip bagus ya, artinya berartikan Negara menunjukan komitmen yang kuat untuk memenuhi hak pangan setiap warga negara dan salah satunya intrumenya melalui BUMN,” kata Said Abdullah, Kamis (04/6/2020).

Menurut Said, pembentukan Holding BUMN Pangan diharapkan mampu mewujudkan ketahanan pangan di Indonesia sehingga persoalan pangan lebih terkontrol dan bisa meningkatkan produksi, sehingga, impor pangan dari luar negeri bisa ditekan.

“Semoga dengan adanya penggabungan ini jadi lebih manageable, lalu produksi lebih baik sehingga kita tidak perlu banyak impor dari luar harapannya kan itu,” kata Said.

Lanjut Said, selama ini persoalan pangan lebih banyak diurus swasta, oleh korporasi non-pemerintahan dan itu cenderung liar dalam arti kontrolnya sama sekali tidak ada. “Mereka (swasta) bisa memanipulasi soal stok soal distribusi dan seterusnya,” ujar Said.

Dengan rencana penggabungan itu, Said memberikan catatan agar dalam operasionalisasi usaha pangan ke depan harus dilakukan bersama rakyat dan petani, pada sisi konsumsi harus berpihak kepada masyakat luas. “Produk yang dihasilkan itu harusnya tidak ekslusif, artinya bisa dijangkau oleh semua kalangan, tentu saja dari situ juga ada proses distribusi yang adil,” ungkapnya.

Lanjut Said, ketika klaster pangan sudah terbentuk, terkait produksinya, BUMN juga harus adil dalam konteks membagi keuntungan kepada petani. “Berproses, berproduksi tidak boleh merugikan petani. Saya kira itu rambu-rambu yang harus nya jadi prasarat kalau memang mau ke sana,” kata Said.

Selama ini, kata Said, dalam sejarah BUMN yang masuk ke sektor petanian dan pangan belum memiliki record yang kuat untuk bersaing secara kompetitif dengan korporasi lain. Ada masalah serius terkait pengelolaan managemen. “Pada satu sisi harusnya sangat profesional supaya dapat bersaing, disisi lain juga harus punya nilai sosial karena dia mewakili mandat negara kan. Memastikan untuk ketersedian pangan," paparnya.

Selain itu, Said mengingatkan agar pembentukan Holding BUMN Pangan ini tidak dijadikan ruang baru, atau celah baru yang bisa dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu untuk mendapatkan keuntungan pribadi. “Jangan sampai ini dijadikan celah baru bagi pihak-pihak tertentu memanfaat kan dana yang ada disitu dan lagi-lagi rakyat dan petani yang dirugikan," paparnya.

Sementara itu, Guru Besar Ilmu Ekonomi Institut Pertanian Bogor (IPB) Mohammad Firdaus mengatakan tujuan membentuk Holding BUMN Pangan untuk menjamin distribusi pangan yang selama ini dikuasai oleh perusahaan swasta yang tidak bisa dikontrol oleh pemerintah.

“Dengan adanya Holding pangan ini, maka distribusi pangan itu bisa diatur sedemikian rupa sehingga misalkan pada saat tertentu pasokan dipasar kurang itu bisa diintervensi,” tutur Firdaus.

Agar dapat mengintervensi pasar, pemerintah harus menguasai minimal 40% supaya dapat berjalan dengan baik, sebab selama ini bulog hanya menguasai 10% saja. “Kalau kurang dari 40% kurang efektif, Holding pangan itu sebetulnya lebih kepada untuk mengatur distirbusi atau logistik pangan saja," ulasnya.

Untuk mambantu kemandirian pangan, BUMN dapat bekerja sama dengan Kementerian Pertanian, memberikan bantuan dana Corporate Sosial Responsbility (CSR) kepada korporasi petani di setiap Kabupaten untuk meningkatkan produktifitas dan produksi pangan. ”Nanti yang bermain di korporasi petani, BUMN sebagai namanya penanggung jawab istilahnya dengan CSR nya BUMN itu, maka korporasi petani itu dibantu disetiap kabupaten,” terang Firdaus.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini


BERITA LAINNYA

Kasus Dugaan Suap Azis Syamsuddin, KPK Telusuri Tersangka Lain

Penyidik KPK tidak akan pernah berhenti melakukan upaya penyelidikan dan penyidikan tindak pidana korupsi yang dilakukan Azis Syamsuddin.

NASIONAL | 25 September 2021

Sebagai Wakil Rakyat, Azis Syamsuddin Harusnya Jadi Contoh Antikorupsi

KPK menetapkan Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin sebagai tersangka kasus dugaan suap penanganan perkara korupsi di Kabupaten Lampung Tengah.

NASIONAL | 25 September 2021

IT Del Berkontribusi Mencetak Talenta Baru Percepatan Transformasi Digital

Indonesia hingga 2030 bakal membutuhkan setidaknya sembilan juta talenta digital atau sekitar 600 ribu talenta per tahun.

NASIONAL | 25 September 2021

Elnusa Petrofin Tuntaskan Rangkaian CSR Hibah Head Truck

Hibah head truck bertujuan sebagai sarana belajar mahasiswa teknik untuk menjalankan praktikum yang mendukung teori.

NASIONAL | 25 September 2021

Sekjen LPOI Ingatkan Bahaya Fanatisme Ekstrem Agama

Sekjen LPOI Denny Sanusi mengingatkan bahaya fanatisme ekstrem agama yang dapat memecah belah masyarakat.

NASIONAL | 25 September 2021


Mimbar Masjid Raya Makassar Dibakar, Pelaku Terekam CCTV

Polrestabes Makassar tengah mengejar pelaku pembakar mimbar di Masjid Raya Makassar, Sulawesi Selatan, Sabtu (25/9/2021) dini hari.

NASIONAL | 25 September 2021

Azis Syamsuddin Jadi Tersangka, Golkar Kaji Secara Mendalam

Partai menugaskan Bakuham Golkar untuk mencermati perkembangan dan mengkaji perkara ini.

NASIONAL | 25 September 2021

Aksi Teror KKB, Warga Dievakuasi dari Kiwirok ke Oksibil

Masih ada beberapa warga yang akan dievakuasi dari Kiwirok.

NASIONAL | 25 September 2021

Waspada, 23 Wilayah Akan Alami Cuaca Ekstrem

Suhu udara pada hari ini di Tanah Air berkisar mulai dari 20 derajat hingga 35 derajat Celsius dengan kelembaban udara 50-100%.

NASIONAL | 25 September 2021


TAG POPULER

# Kivlan Zen


# Pilpres 2024


# Covid-19


# Azis Syamsuddin


# Kereta Jarak Jauh



TERKINI
Kasus Dugaan Suap Azis Syamsuddin, KPK Telusuri Tersangka Lain

Kasus Dugaan Suap Azis Syamsuddin, KPK Telusuri Tersangka Lain

NASIONAL | 12 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings