KPK Terima Pengembalian Uang Rp 422 Juta Terkait Suap Anggota DPRD Sumut

KPK Terima Pengembalian Uang Rp 422 Juta Terkait Suap Anggota DPRD Sumut
Ilustrasi Komisi Pemberantasan Korupsi (Foto: Suara Pembaruan / Ruht Semiono)
Fana F Suparman / CAH Kamis, 4 Juni 2020 | 14:53 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menerima pengembalian uang sebesar Rp 422,5 juta terkait kasus dugaan suap kepada Anggota DPRD Sumatera Utara (Sumut) periode 2009-2014 dan 2014-2019. Uang Rp 422 Juta tersebut diterima KPK dari sejumlah saksi dalam kasus ini.

"Selama pemeriksaan saksi-saksi, penyidik telah membuat tanda terima pengembalian uang Rp 422.500.000," kata Plt Juru Bicara KPK, Ali Fikri melalui pesan singkatnya, Kamis (4/6/2020).

KPK sedang meminta izin Dewan Pengawas (Dewas) KPK untuk menyita uang ratusan juta. Hal ini lantaran, berdasarkan UU Nomor 19 Tahun 2019 tentang KPK, lembaga antikorupsi wajib meminta izin Dewas untuk menyita barang bukti.

Baca JugaKPK Cecar Anggota DPRD Sumut Soal Proyek di Medan

"Kemudian sesuai mekanisme UU, berikutnya dimintakan izin penyitaan kepada Dewas," terangnya.

Meski demikian, Ali belum dapat menyimpulkan sumber uang Rp 422 juta yang dikembalikan para saksi dalam kasus ini. Tim penyidik sedang menganalisa, termasuk mendalami dugaan uang itu bersumber dari hasil suap.

"Mengenai uang terkait apa tentu penyidik yang akan menganalisisnya namun dipastikan semua itu terkait dengan dugaan penerimaan saat menjadi anggota DPRD Sumut," ucapnya.

Baca Juga: Kasus Suap Gatot Pujo Berlanjut, 14 Legislator Sumut Dijerat KPK

Diberitakan, KPK menetapkan 14 anggota DPRD Sumut periode 2009-2014 dan atau periode 2014-2019 sebagai tersangka kasus dugaan suap dari mantan Gubernur Sumatera Utara Gatot Pujo Nugroho. 14 legislator yang kini menyandang status tersangka itu, yakni Sudirman Halawa, Rahmad Pardamean Hasibuan, Nurhasanah, Megalia Agustina, Ida Budiningsih, Ahmad Hosein Hutagalung, Syamsul Hilal, Robert Nainggolan, Ramli, Mulyani, Layani Sinukaban, Japorman Saragih, Jamaluddin Hasibuan, dan Irwansyah Damanik.

Para tersangka diduga menerima suap dari Gatot selaku Gubernur Sumut ketika itu terkait fungsi dan kewenangan mereka sebagai wakil rakyat.



Sumber: BeritaSatu.com