KAI Tolak 1.309 Calon Penumpang

KAI Tolak 1.309 Calon Penumpang
Suasana lengang Stasiun Gambir Jakarta Pusat ditengah situasi pandemi Covid-19 dan diperbolehkan perjalanan dengan keperluan khusus oleh pemerintah pusat, Jumat (15/5/2020). (Foto: Beritasatu Photo / Carlos Roy Fajarta Barus)
Carlos Roy Fajarta / BW Kamis, 4 Juni 2020 | 14:59 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - PT Kereta Api Indonesia (KAI) selaku operator yang menjalankan kereta luar biasa (KLB) menyebutkan, Tim Satgas Covid-19 di Stasiun Gambir, Jakarta Pusat menolak keberangkatan kepada 1.309 calon penumpang.

"Sejak KLB diperbolehkan beroperasi pada 12 Mei sampai 3 Juni 2020, sudah 1.309 calon penumpang yang ditolak permohonan keberangkatan atau pembelian tiketnya, karena tidak memenuhi persyaratan (tidak lengkap dan tidak valid) sesuai yang ditetapkan satgas," ujar VP Public Relations KAI Joni Martinus, Kamis (4/6/2020).

Ia menyebutkan, hingga pukul 17.00 WIB, Rabu (3/6/2020), pihaknya sudah memberangkatkan 3.148 penumpang menggunakan KLB dengan tujuan Gambir-Surabaya Turi dan Surabaya-Bandung.

"Penumpang yang sudah reservasi keberangkatan untuk 4-5 Juni ada 92 penumpang, sehingga total tiket yang terjual sejak KLB hingga kemarin ada 3.240 penumpang," tambah Joni.

Untuk keberangkatan dari Stasiun Gambir, Kamis (4/6/2020), Joni mengungkapkan, ada 30 penumpang berangkat menggunakan KLB, terdiri dari 14 penumpang eksekutif dan 16 penumpang kelas ekonomi.

Sementara itu, Kepala Terminal Bus Pulo Gebang, Bernard Pasaribu menyebutkan, sejak pemberlakuan surat izin keluar masuk (SIKM) belum ada penumpang yang diberangkatkan maupun tiba di Terminal Pulo Gebang.

"Tepatnya sejak Jumat 29 Mei 2020 hingga Kamis 4 Juni 2020 belum ada penumpang yang tiba maupun diberangkatkan. Namun memang ada 16 orang yang ditolak keberangkatan hingga kemarin," ujar Bernard.
Sejak diperbolehkannya keberangkatan luar biasa di Terminal Pulo Gebang sejak 9 Mei 2020, Bernard mengungkapkan, ada 81 bus berangkat dengan jumlah 648 penumpang dan 44 bus tiba dengan jumlah 206 orang.

"Sehingga total sejak 9 Mei ada 125 bus berangkat dan tiba di Pulogebang dengan jumlah penumpang sebanyak 854 orang dan 183 orang ditolak keberangkatannya," tutup Bernard.



Sumber: BeritaSatu.com