Jelang Musim Kemarau, Petani di Mamuju Manfaatkan Embung

Jelang Musim Kemarau, Petani di Mamuju Manfaatkan Embung
Pengembangan embung untuk mengairi lahan pertanian di Desa Banua, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat. (Foto: Istimewa)
Jayanty Nada Shofa / JNS Kamis, 4 Juni 2020 | 19:53 WIB

Mamuju, Beritasatu.com - Memasuki musim kemarau, para petani di Desa Banua, Kecamatan Bonehau, Kabupaten Mamuju mulai memanfaatkan embung untuk mengairi lahan pertanian. 

Penggunaan embung ini selaras dengan imbauan Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo untuk segera memanfaatkan sumber air yang tersedia. Sebab, musim kemarau tahun ini bertepatan dengan masa tanam kedua.

“Pertanian Indonesia akan memasuki masa tanam kedua. Namun, di saat bersamaan, kita juga akan menghadapi musim kemarau. Oleh karena itu, kita harus lakukan percepatan tanam dan manfaatkan segera sumber air yang tersedia. Karena bagaimana pun kondisinya, pertanian tidak boleh terganggu, pertanian tidak boleh bermasalah,” ungkap Mentan dalam keterangannya, Kamis (4/6/2020).

Selama kurun waktu 2014-2019, Kemtan melalui Ditjen Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) telah membangun sebanyak 12.489 embung. Program ini diharapkan dapat membantu petani menjaga ketersediaan air untuk hasil yang optimal dalam bertani.

Menurut Dirjen PSP Kemtan Sarwo Edhy, pembangunan embung di Mamuju adalah langkah tepat untuk mengantisipasi perubahan iklim sekaligus menyambut musim tanam kedua.

“Keberadaan Embung sangat membantu sektor pertanian. Khususnya dalam menyiapkan musim tanam dan sebagai antisipasi dampak iklim,” ujar Sarwo.

Embung pertanian, lanjut Sarwo, dibangun untuk mempertahankan ketersediaan air di tingkat usaha tani sebagai tambahan air irigasi atau sumber air lainnya.

Adapun embung di Mamuju ini dibangun oleh Kelompok Tani (Poktan) Mesa Penawa pada tahun 2019. Embung ini memanfaatkan air sungai dan mampu mengairi areal seluas 30 hektar (ha).

Produktivitas pun mengalami peningkatan berkat pembangunan embung ini. Angka produktivitas yang sebelumnya berada di 3,8 ton/ha kini meningkat menjadi 4,8 ton/ha.

Menurut Ketua Poktan Mesa Penawa Alferos, para petani menaruh harapan yang tinggi dengan kehadiran embung.

"Dengan adanya bantuan embung ini, diharapkan kebutuhan air untuk petani terpenuhi, sehingga berdampak pada peningkatan produksi. Juga diharapkan kepada pemerintah agar senantiasa memperhatikan petani utamanya dalam memberikan bantuan ke petani," harapnya.



Sumber: BeritaSatu.com