Masjid di Kota Jambi Terapkan Protokol Covid-19 Secara Ketat

Masjid di Kota Jambi Terapkan Protokol Covid-19 Secara Ketat
Umat muslim melaksanakan Salat Idulfitri 1441 Hijriah berjemaah di Masjid Nurul Hidayah, Jambi, Minggu (24/5/2020). Pengurus masjid memberlakukan pembatasan jarak antar-saf dan imbauan mengenakan masker serta membawa perlengkapan shalat sendiri guna mengantisipasi penyebaran Covid-19. (Foto: ANTARA FOTO / Wahdi Septiawan)
Radesman Saragih / FMB Jumat, 5 Juni 2020 | 18:40 WIB

Jambi, Beritasatu.com - Sebagian besar masjid di Kota Jambi sudah melaksanakan salat berjamaah, Jumat (5/6/2020) menyusul kebijakan relaksasi (pelonggaran) kegiatan ekonomi, sosial dan kemasyarakatan terkait pandemi virus corona (Covid-19) di kota itu. Namun jumlah jamaah yang mengikuti salat jumat di masing-masing masjid masih terbatas.

Di beberapa masjid jumlah jemaah belum mencapai 50 % dari salat Jumat seperti biasanya. Kemudian pelaksanaan salat jumat dilaksanakan dengan penerapan protokoler kesehatan dan keamanan Covid-19 secara ketat.

Setiap masjid menyediakan beberapa fasilitas cuci tangan di depan mesjid, membatasi jarak jemaah di dalam masjid dan mewajibkan jemaah menggunakan masker. Selain itu di beberapa masjid, seperti di Masjid Silaturahmi, Pintu Besi, Paal V, Kota Jambi, setiap jemaah diwajibkan menjalani pengukuran suhu tubuh.

Jaka (55), pengurus Masjid Silaturahmi, Pintu Besi, Paal V, Kota Jambi mengatakan, pihak masjid menerapkan protokol kesehatan cukup ketat sesuai arahan Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Jambi. Hal itu dilakukan mencegah terjadinya penularan Covid-19 melalui salat jumat di masjid tersebut.

“Salah satu protokol kesehatan yang cukup ketat kami lakukan, yakni mengukur suhu tubuh setiap jamaah sebelum masuk ke dalam mesjid dan penggunaan masker. Kami juga menyediakan beberapa fasilitas hand sanitizer di depan masjid,”katanya.

Sementara itu, Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Jambi, Abubakar mengatakan, sesuai kebijakan relaksasi kegiatan ekonomi, sosial, keagamaan dan kemasyarakan di Kota Jambi yang dimulai Selasa (2/6/2020), setiap pelaku usaha dan organisasi keagamaan wajib menerapkan protokoler kesehatan jika sudah memulai kegiatan.

“Protokol yang wajib dilakukan di tempat kegiatan usaha dan rumah ibadah, yakni penggunaan masker di ruang publik, physical distancing (jaga jarak), pembatasan jumlah pengunjung, cuci tangan dan pengukuran suhu tubuh. Bagi mereka yang melanggar protokol kesehatan akan dikenakan denda. Pengusaha yang tidak menerapkan protokoler kesehatan didenda Rp 5 juta. Sedangkan warga masyarakat yang melanggar protokoler kesehatan terkait Covid-19 tersebut dikenakan denda Rp 50.000,” ujarnya. 



Sumber: BeritaSatu.com