John Palinggi: Hentikan Kebiasaan Mencaci Maki Orang Lain

John Palinggi: Hentikan Kebiasaan Mencaci Maki Orang Lain
John Palinggi ketika bertemua dengan Ketua Umum PBNU Said Aqil Siradj. (Foto: Istimewa)
Carlos KY Paath / RSAT Jumat, 5 Juni 2020 | 18:35 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Kondisi perekonomian Indonesia tengah jatuh akibat pandemi Covid-19. Dibutuhkan waktu dan proses yang tidak sebentar untuk membangkitkan perekonomian. Hanya saja, apabila ingin mempercepat, maka diperlukan sikap taat dan tunduk terhadap aturan pemerintah. Selain itu, menjauhkan diri dari kebiasaan mencaci-maki, menghina, dan merendahkan orang lain juga keniscayaan.

Demikian disampaikan Ketua Harian Badan Interaksi Sosial Masyarkat (Bisma) John Palinggi kepada wartawan, Jumat (5/6/2020). "Hentikan kebiasaan menghina orang lain, termasuk terhadap pemerintah. Sebab, belum tentu yang suka menghina-hina itu kalau dikasih kepercayaan memimpin bangsa ini bisa berbuat lebih baik," tegas John.

Menurut John, upaya pemerintah menghidupkan sektor ekonomi sepatutnya didukung. Hal ini sebagai bentuk perhatian terhadap dunia usaha. Karena pada akhirnya pun, roda ekonomi memang harus digerakkan kembali.

"Jangan merasa diri paling hebat. Mungkin saja ada kekurangan dalam kebijakan pemerintah dan aplikasinya, ya kasih masukan saja. Bukan malah menghina-hina lewat media sosial dan lainnya. Tuhan marah kepada orang yang gemarnya mencaci-maki sesamanya," ucap John.

John pun menyebutkan dia melihat selama pandemi Covid-19, presiden dan seluruh jajarannya telah berupaya keras menerapkan kebijakan-kebijakan strategis. "Meski dicerca dan dihina, namun so far semua berjalan baik dan efektif, bahkan komunikasi dan koordinasi pusat dan daerah berjalan sangat smooth dan terarah. Untuk bisa demikian, tidak semudah membalikkan telapak tangan," ujar John.  



Sumber: BeritaSatu.com