Tiga Penambang Emas Liar Tewas Tertimbun Longsor di Merangin

Tiga Penambang Emas Liar Tewas Tertimbun Longsor di Merangin
Ilustrasi penambang liar
Radesman Saragih / CAH Jumat, 5 Juni 2020 | 19:51 WIB

Jambi, Beritasatu.com - Penambangan emas liar atau tanpa izin di Kabupaten Merangin, Provinsi Jambi kembali memakan korban. Tiga orang penambang emas liar di Kampung 8, Desa Tegal Rejo, Kecamatan Margotabir, Kabupaten Merangin tewas tertimbun longsor di lokasi penambangan emas liar. Jenazah ketiga korban yang berhasil dievakuasi Kamis (4/6/2020) malam langsung diserahkan kepada keluarga dan sudah dimakamkan di desa mereka, Jumat (5/6/2020).

Kapolres Merangin, Ajun Komisaris besar Polisi (AKBP) M Lutfi mengatakan, pihaknya masih menyelidiki kasus tewasnya tiga penambang emas liar di lokasi penambangan emas liar Desa Tegal Rejo, Merangin itu. Beberapa rekan-rekan sekerja para korban, warga dan kepala desa setempat sudah dimintai keterangan.

“Kami juga masih menyelidiki siapa pemodal yang mempekerjakan para penambang emas liar tersebut,”ujarnya.

Dijelaskan, peristiwa tewasnya tiga penambang emas liar di lokasi penambangan emas Desa Tegal Rejo, Merangin tersebut berawal ketika para penambang menggali tanah di daerah perbukitan untuk mencari emas, Kamis (4/6/2020) sore. Namun tiba-tiba perbukitan di lokasi penambangan longsor akibat hujan yang mengguyur daerah itu.

“Ketiga penambang tidak sempat menghindar karena longsor terjadi tiba-tiba. Mereka tertimbun hidup-hidup. Ketiga korban ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa, Kamis (5/6/2020) malam,” katanya.

Berantas Tuntas

Sementara itu kalangan aktivis lingkungan Kabupaten Bungo, Provinsi Jambi meminta jajaran kepolisian di Jambi memberantas tuntas praktik penambangan emas liar yang hingga kini masih marak terjadi. Pemberantasan penambangan emas liar di daerah itu dinilai sangat mendesak karena semakin merusak lingkungan. Kemudian penambangan emas liar di Jambi juga kerap memakan korban jiwa.

“Penambangan emas liar di beberapa kabupaten di Jambi, termasuk di Bungo yang masih marak semakin merusak lingkungan. Penambangan emas liar juga masih terus memakan korban jiwa akibat tertimbunnya penambang. Karena itu penambangan emas liar harus diberantas tuntas di seluruh pelosok Jambi,” kata Koordinator Forum Peduli Hijau Kabupaten Bungo di Bungo,Hasan Ibrahim, Jumat (5/6/2020).

Menurut Hasan Ibrahim, pihaknya sudah dua kali melakukan pertemuan dengan jajaran pemerintahan dan keamanan terkait pemberantasan penambangan emas liar di daerah itu. Perkumpulan Hijau Bungo mengadakan pertemuan dengan Kapolda Jambi, Irjen Pol Firman Shantyabudi di Muarabungo, Kabupaten Bungo, Kamis (4/6) membahas pemberantasan penambangan emas liar di daerah itu.

Dikatatakan, pada pertemuan dengan Kapolda Jambi tersebut, Perkumpulan Hijau Bungo sudah menyampaikan kondisi dan dampak penambangan emas liar di Bungo. Penambangan emas liar yang kini banyak menggunakan alart berat semakin merusak hutan dan daerah aliran sungai (DAS).

“Selain itu, penggunaan mercury (air raksa) dalam penambangan emas liar menyebabkan air sungai tercemar. Kondisi tersebut membuat air sungai tidak bisa lagi dikonsumsi warga dan ikan-ikan sungai banyak yang mati,”katanya.

Menurut Hasan Ibrahim, kondisi dampak penambangan emas liar tersebut juga sudah disampaikan kepada Pemerintah Kabupaten Bungo, DPRD Bungo, Pemerintah Provinsi Jambi dan Polres Bungo. Namun aksi pemberantasan penambangan emas liar di daerah itu belum pernah dilakukan secara tuntas hingga saat ini.



Sumber: BeritaSatu.com