2.363 Warga Kota Serang Ikut Rapid Test Massal, 5 Orang Reaktif
Logo BeritaSatu

2.363 Warga Kota Serang Ikut Rapid Test Massal, 5 Orang Reaktif

Jumat, 5 Juni 2020 | 20:14 WIB
Oleh : Laurens Dami / CAH

Serang, Beritasatu.com - Rapid test massal dengan sistem drive thru yang diselenggarakan oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten di Stadion Maulana Kota Serang, selama tiga hari sejak tanggal 3 Juni lalu telah selesai pada hari ini, Jumat (5/6/2020).

Pada hari pertama rapid test massal di Kota Serang, Rabu (3/6/2020) sebanyak 755 peserta yang ikut. Hasilnya sebanyak 2 orang reaktif dan sisanya 753 orang dinyatakan non reaktif (negatif). Pada hari kedua, Kamis (4/6/2020), sebanyak 837 warga Kota Serang yang mengikuti rapid test massal. Hasilnya, 1 orang reaktif dan sisanya 836 orang non reaktif.

Selanjutnya, pada hari ketiga, Jumat (5/6/2020), jumlah warga Kota Serang yang mengikuti rapid test massal sebanyak 771 orang. Hasilnya 2 orang warga dinyatakan reaktif. Sisanya, 769 orang dinyatakan non reaktif.

Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Banten sekaligus Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Banten, Ati Pramudji Hastuti, ketika dihubungi Beritasatu.com, Jumat (5/6/2020) menjelaskan jumlah total warga Kota Serang yang mengikuti rapid test massal selama tiga hari sebanyak 2.363 orang. Sebanyak 5 orang dinyatakan reaktif, sisanya 258 orang dinyatakan non reaktif.

“Untuk 5 orang yang reaktif, telah dilakukan pengambilan sampel untuk pemeriksaan dengan metode polymerase chain reaction (PCR) atau pemeriksaan swab. Pengambilan lendir di hidung dan tenggorokan telah dilakukan untuk diperiksa di laboratorium di Jakarta. Hasilnya kita menunggu dari Jakarta,” ujar Ati.

Ati menjelaskan, rapid test massal selanjutnya akan dilakukan di Kabupaten Serang, yakni di Kawasan Modern Cikande, Kabupaten Serang, selama 4 hari yakni 9-12 Juni 2020. Kemudian dilanjutkan di kawasan Bonakarta, Kota Cilegon selama 3 hari yakni 16-18 Juni 2020.

Sebelumnya, Ati menjelaskan bahwa jumlah total yang telah dilakukan rapid test sebanyak 47.180 orang dari total target rapid test yang telah ditetapkan Pemprov Banten sebanyak 154.000 orang. Dari jumlah sebanyak itu, hasilnya sebanyak 1.046 yang reaktif, dan dilanjutkan dengan pemeriksaan dengan metode polymerase chain reaction (PCR) swab. Sedangkan sisanya sebanyak 46.134 orang dinyatakan non reaktif.

Ia menyatakan, target rapid test dengan sistem drive thru di Kota Serang, Kabupaten Serang, dan Kota Cilegon akan dilaksanakan Juni 2020. Sedangkan Kabupaten Pandeglang dan Lebak akan dilaksanakan pada bulan Juli 2020 mendatang.

Jika dijumlahkan rapid test massal sebelumnya sebanyak 47.180 orang dengan peserta yang mengikuti rapid test massal di Kota Serang sebanyak 2.363 orang, maka jumlah total warga Banten yang telah mengikuti rapid test hingga Jumat (5/6/2020) sebanyak 49.543 orang. Itu berarti masih tersisa sebanyak 104.457 orang yang harus mengikuti rapid test untuk mencapai target sebanyak 154.000 warga Banten yang harus mengikuti rapid test.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Tiga Penambang Emas Liar Tewas Tertimbun Longsor di Merangin

Ketiga korban saat itu sedang melakukan penambangan emas liar di lokasi saat tiba-tiba perbukitan di lokasi penambangan longsor akibat hujan yang mengguyur.

NASIONAL | 5 Juni 2020

Sisi Humanisme dan Edukasi Patut Dikedepankan TNI/Polri dalam Fase Normal Baru

Anggota Komisi I DPR RI Rizki Aulia Rahman Natakusumah mendukung kebijakan pemerintah terkait pelibatan anggota TNI/Polri dalam memgawali fase normal baru.

NASIONAL | 5 Juni 2020

New Normal: Ke Jakarta Aku Akan Kembali

Dalam habitus baru terdapat dua kelompok yang saling berbeda pendapat, yakni yang yakin Covid-19 ada dan kelompok yang merasa Covid-19 tidak ada.

NASIONAL | 5 Juni 2020

Pemohon Membeludak, Dispensasi Perpanjangan SIM Dipertimbangkan

Antrian panjang terlihat di sejumlah satpas yang dipadati masyarakat yang hendak mengurus SIM baru dan perpanjangan.

NASIONAL | 5 Juni 2020

Menpan RB: ASN Harus Kerja

Menpan RB Tjahjo Kumolo tidak lagi mengeluarkan instruksi baru terkait kewajiban ASN bekerja di rumah.

NASIONAL | 5 Juni 2020

Perpres TNI Tumpas Teroris Bisa Bawa Indonesia ke Zaman Orba

Komnas HAM berharap dalam pemberantasan terorisme tidak ada pendekatan lain selain pendekatan hukum. Jika tidak, maka akan sangat berbahaya.

NASIONAL | 5 Juni 2020

Pakai Pendekatan Perang, Substansi Perpres Teroris Berbahaya

“Dalam konteks terorisme, seharusnya perpektifnya adalah suatu tindak pidana. Di UU disebut tindak pidana terorisme, maka pendekatannya pendekatan hukum.”

NASIONAL | 5 Juni 2020

Pemprov Jateng Mulai Terapkan Sistem Kerja Normal Baru

Pintu masuk dan keluar gedung yang sebelumnya sama saja, kini dipisahkan. Para petugas dari dinas kesehatan menggunakan thermometer gun.

NASIONAL | 5 Juni 2020

John Palinggi: Hentikan Kebiasaan Mencaci Maki Orang Lain

Belum tentu yang suka menghina-hina kalau dikasih kepercayaan memimpin bangsa ini bisa berbuat lebih baik.

NASIONAL | 5 Juni 2020

Setara Institute Sesalkan Penghapusan Aplikasi Kitab Suci Injil Minangkabau

"Permintaan Gubernur Sumbar bisa menjadi preseden buruk, sebab di kemudian hari kemungkinan akan digunakan oleh kelompok yang tidak menghargai kemajemukan."

NASIONAL | 5 Juni 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS