Perpusnas Dorong Pustakawan Hasilkan Penulisan Buku

Perpusnas Dorong Pustakawan Hasilkan Penulisan Buku
Ilustrasi perpustakaan. (Foto: Antara)
Feriawan Hidayat / FER Jumat, 5 Juni 2020 | 20:39 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Perpustakaan Nasional (Perpusnas) melalui kegiatan workshop Inkubator Pustaka Nasional, mendukung penuh peningkatan kemampuan pustakawan khususnya dalam mengeluarkan ide lewat penulisan sehingga menghasilkan karya dalam bentuk buku.

Baca Juga: 600.000 Buku di Perpusnas Bisa Dibaca Online

Kepala Biro Hukum dan Perencanaan Perpusnas, Joko Santoso mengatakan, workshop diharapkan menjadi momentum positif untuk memulai tradisi dan iklim penulisan, sekaligus menyalurkan pemikiran positif berdasarkan pengalaman yang ada di daerah.

“Inkubator Literasi Pustaka Nasional merupakan ajang untuk meningkatkan kemampuan dan kompetensi pustakawan dalam bidang penulisan. Melalui ajang ini, diharapkan dapat melahirkan karya-karya yang akan dibukukan dan diterbitkan oleh Perpusnas Press,” ujar Joko dalam sambutannya dalam acara workshop tersebut, Rabu (3/6/2020) petang.

Perpusnas

Joko Santoso menambahkan, persoalan penulisan, penerbitan, dan ketersediaan bahan bacaan di Indonesia bersifat lateral dan bukan linear.

Baca Juga: Perpusnas Susun Strategi Baru Layanan

"Oleh karena itu, harus diciptakan sebuah ekosistem yang saling menghidupi penulis, kepenulisan, termasuk pembuatan karya tulis baru dengan keunikan dan kepentingan serta manfaat tersendiri, yang didukung oleh penerbitan,” tambahnya.

Saat ini, kata Joko Santoso, tercipta kondisi di mana penerbitan mainstream tidak hanya memandang kualitas tulisan tetapi juga diserap pasar dengan baik. Persoalan inilah yang menghambat dunia kepenulisan karena tidak semua buku yang berkualitas baik laku di pasar.

“Nah, dengan upaya ini kita berharap kekurangan bahan bacaan di Indonesia yang saat ini angkanya satu buku dibaca 30.000 orang, segera bisa kita atasi dengan banyaknya karya baru dari penulis-penulis baru. Kedua, upaya penerbitan ini sebuah kerja bersama yang tidak mungkin disandarkan pada kepentingan ekonomis semata,” tegas Joko Santoso.

Sebagai informasi, kegiatan workshop ini dihadiri oleh 15 peserta yang terseleksi dan bekerja sama secara daring untuk menghasilkan sebuah buku yang akan diterbitkan pada Juli 2020.

Peserta yang terpilih melalui ajang kompetisi menulis Pustaka Nasional yang diselenggarakan pada Februari-Maret lalu dan diikuti 305 peserta yang berasal dari pustakawan dan pengelola perpustakaan dari seluruh Indonesia.

 



Sumber: BeritaSatu.com