Polisi Kawal Kampung Siaga di Tengah Pandemi

Polisi Kawal Kampung Siaga di Tengah Pandemi
Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol. Ahmad Luthfi. (Foto: Beritasatu Photo / Teguh)
Teguh L Rahmadi / WBP Sabtu, 6 Juni 2020 | 05:00 WIB

Surabaya, Beritasatu.com - Untuk menguatkan Negara Kesatan Reublik Indonesia (NKRI) di masa pandemi Covid-19, Polda Jawa Tengah, sukses mengawal Kampung Siaga (kasi) di beberapa wilayah.

Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol. Ahmad Luthfi, dalam seminar nasional online yang diselenggarakan Ikatan Keluarga Alumni Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (Ika-Uinsa), Jumat (5/6/2020) menjelaskan, Kampung Siaga ini merupakan kampung bentukan kolaborasi pemerintah bersama warga dengan pengawalan kepolisian. Kasi menerapkan protokol Covid 19.

"Warga dengan kesadarannya menggunakan masker, membiasakan cuci tangan menggunakan sabun dan menjaga hubungan di masyarakat supaya tetap kondusif," kata Luthfi-panggilan akrab Ahmad Luthfi, melalui keterangan tertulisnya.

Polda Jawa Tengah, menurut Kapolda, mengerahkan 10.300 personel dari total 33.000 personel. Dari sisi keamanan katanya, Polda Jawa Tengah juga terus memantau setiap perkembangan situasi dan kebijakan pemerintah.

Baca juga: 25 RW di Depok Terapkan Pembatasan Sosial Kampung Siaga Covid-19

Sementara soal pencairan Bantuan Langsung Tunai (BLT) atau Bantuan Sosial Tunai (BST) telah ditemukan beberapa kejadian, namun tetap bisa dikendalikan.

"BLT itu maksudnya untuk menggerakkan roda perekonomian, supaya ada perputaran transaksi selama tiga bulan. Kesalahannya, justru dipakai membeli baju Lebaran oleh penerimanya," tandas Kapolda.

Bukan hanya itu, juga ditemukan data bahwa ada pelanggaran di lapangan. "Ada mark up dan ada pak lurah yang mendata keluarganya supaya dapat BLT," tambah Luthfi yang juga alumni Fakultas Dakwah Uinsa Surabaya.

Sebelum mengakhiri materinya, Kapolda menyampaikan bahwa banyak orang salah paham tentang banyaknya narapidana yang dipulangkan. "Pembebasan narapidana asimilasi itu keputusan Kemkumham, bukan kepolisian, dengan pertimbangan pandemi Covid-19. Alhamdulillah di Jawa Tengah tetap aman dan tidak ada kejadian menonjol. Kita terus pantau melalui Babinsa" kata Luthfi.



Sumber: BeritaSatu.com