Pelindo III Sediakan Rapid Test Gratis di Pulau Madura

Pelindo III Sediakan Rapid Test Gratis di Pulau Madura
Ilustrasi rapid test. (Foto: Beritasatu Photo / Thresa Sandra)
Thresa Sandra Desfika / WBP Sabtu, 6 Juni 2020 | 11:05 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - PT Pelindo III mulai memfokuskan pelaksanaan rapid test gratis di wilayah-wilayah terluar dengan akses cukup jauh ke fasilitas kesehatan rujukan penanganan Covid-19.

Baru-baru ini BUMN kepelabuhanan itu dibantu petugas TNI/Polri, tim medis dan Gugus Tugas Covid-19 Pemerintah Daerah Sumenep melayani rapid test calon penumpang di Pelabuhan Kalianget, Sumenep, Madura.

Baca juga: 2.363 Warga Kota Serang Ikut Rapid Test Massal, 5 Orang Reaktif

Sebanyak 3.500 alat rapid test gratis disiapkan Pelindo III untuk melayani calon penumpang sesaat sebelum sebelum berpergian ke Pelabuhan Jangkar, Situbondo.

Direktur Sumber Daya Manusia Pelindo III Toto Heliyanto menjelaskan pelaksanaan rapid test gratis difokuskan pada wilayah-wilayah luar yang memiliki akses cukup jauh dengan fasilitas kesehatan, terutama rujukan Covid-19 .

"Harapannya, langkah ini memperkuat upaya pemerintah menekan penyebaran pandemi. Terlebih, Pelabuhan Kalianget merupakan salah satu pintu masuk di Madura," kata Toto dalam keterangannya, Sabtu (6/6).

Selain itu, dia mengharapkan, program ini bisa juga mengedukasi masyarakat untuk lebih peduli kesehatan dengan pendeteksian dini.

Sementara itu, Bupati Sumenep Abuya Busyro Karim menyampaikan apresiasinya kepada Pelindo III karena telah menyelenggarakan program tersebut. Program rapid test Covid-19 gratis dinilai sangat bermanfaat membantu mendeteksi serta memetakan penularan Covid-19 di wilayahnya serta mematangkan persiapan pemerintah daerah untuk mulai melakukan pola new normal pasca pandemi.

“Kami sampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Pelindo III yang sudah memberikan fasilitas rapid test gratis kepada para penumpang kapal dari dan menuju Kabupaten Sumenep. Tentunya ini akan sangat bermanfaat untuk kami. Apalagi sebentar lagi akan mulai kembali aktivitas pondok pesantren dan lainnya sehingga kami bisa memetakan sekaligus mencegah penyebaran Covid-19 di wilayah Sumenep khususnya kawasan pesisir,” ungkap Abuya Busyro Karim.



Sumber: BeritaSatu.com