Freeport Temukan Satu Spesies Tumbuhan Baru di Papua
Logo BeritaSatu
INDEX

BISNIS-27 515.321 (-2.12)   |   COMPOSITE 6289.65 (-47.85)   |   DBX 1346.19 (-12.68)   |   I-GRADE 181.205 (-1.35)   |   IDX30 507.3 (-3.78)   |   IDX80 137.13 (-1.34)   |   IDXBUMN20 404.453 (-5.99)   |   IDXESGL 139.923 (-0.37)   |   IDXG30 143.928 (-0.43)   |   IDXHIDIV20 446.912 (-3.18)   |   IDXQ30 145.336 (-0.95)   |   IDXSMC-COM 297.691 (-2.23)   |   IDXSMC-LIQ 363.216 (-3.08)   |   IDXV30 137.088 (-3.12)   |   INFOBANK15 1041.31 (-5.34)   |   Investor33 435.377 (-2.34)   |   ISSI 184.679 (-1.32)   |   JII 634.506 (-3.05)   |   JII70 224.071 (-1.43)   |   KOMPAS100 1224.8 (-8.57)   |   LQ45 952.541 (-7.79)   |   MBX 1705.32 (-12.44)   |   MNC36 322.487 (-1.62)   |   PEFINDO25 325.966 (4.31)   |   SMInfra18 310.375 (-3.1)   |   SRI-KEHATI 370.053 (-2.69)   |  

Freeport Temukan Satu Spesies Tumbuhan Baru di Papua

Sabtu, 6 Juni 2020 | 12:04 WIB
Oleh : Robert Vanwi Isidorus / RSAT

Jayapura, Beritasatu.com - Bertepatan dengan Hari Lingkungan Hidup Sedunia yang jatuh pada 5 Juni, PT Freeport Indonesia (PTFI) mengumumkan penemuan satu spesies tumbuhan baru di area kerja PTFI, Mimika, Papua yang dinamakan Diplycosia puradyatmikai Mustaqim, Utteridge & Heatubun sp. nov. Penemuan spesies baru ini telah dipublikasikan secara resmi dalam jurnal internasional Phytotaxa 442: 52–60 pada 11 Mei 2020.

Bekerja sama dengan Institut Pertanian Bogor (IPB), Universitas Papua, Badan Penelitian dan Pengembangan Provinsi Papua Barat, serta Royal Botanic Gardens Kew (Inggris) dalam proses eksplorasi dan publikasinya, penemuan ini menjadi penemuan tanaman ke-29 PTFI dalam 23 tahun terakhir dan sukses menambah khasanah keanekaragaman hayati Indonesia yang dikenal sebagai negara megabiodiversitas.

Demikian dikatakan Vice President Corporate Communication, PTFI, Riza Pratama dalam keterangan yang diterima, Beritasatu.com, Sabtu (6/6/2020).

Dikatakan, secara fisik Diplycosia puradyatmikai merupakan tanaman yang tumbuh dalam rumpun semak setinggi kurang lebih 1,5 meter dengan ranting kuat berwarna coklat. Tangkai daunnya berwarna kemerahan, sementara daunnya berwarna hijau, berbentuk bulat, dan dipenuhi bulu halus. Spesies ini dapat tumbuh di habitat berketinggian 2.700–2.800 meter di atas permukaan laut.

Menurut Riza, penggunaan nama belakang Pratita Puradyatmika sebagai nama spesies baru sendiri merupakan bentuk penghargaan tim peneliti terhadap kontribusi Pratita. Sejak program penelitian dan publikasi keanekaragaman hayati dilakukan oleh PTFI, Pratita banyak terlibat dalam ekspedisi dan publikasi berkelas dunia. Selain Pratita, proses eksplorasi dan publikasi Diplycosia puradyatmikai ini juga tidak terlepas dari peran Wendy Ahmad Mustaqim dari IPB.

Penelitian dan penetapan Diplycosia puradyatmikai sebagai spesies baru memakan waktu 35 tahun sejak spesimen pertama dikoleksi pada tahun 1985. Lamanya proses ini antara lain dikarenakan kompleksnya area eksplorasi ekosistem alpin dan sulitnya menemukan kondisi fisik yang lengkap dari spesies tumbuhan tersebut. Meski studi lanjutan masih perlu dilakukan untuk menemukan manfaat langsung spesies baru ini, penemuan tersebut menjadi sebuah kemajuan akademis yang nyata.

Pratita Puradyatmika, General Superintendent of Highland Reclamation and Monitoring PTFI selaku pendukung utama tim eksplorasi keanekaragaman hayati mengatakan, eksplorasi untuk meneliti keanekaragaman hayati baik flora maupun fauna, merupakan salah satu upaya pelestarian keanekaragaman hayati yang PTFI lakukan di seluruh area kerjanya.

“Dalam praktiknya, agar proses eksplorasi dapat dilakukan dengan lebih maksimal, kami selalu melibatkan sejumlah pihak, mulai dari institusi pendidikan, penelitian dan pengembangan, hingga lembaga konservasi keanekaragaman hayati,” ujar Pratita.

Ahli botani dari Universitas Papua sekaligus Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Provinsi Papua Barat yang juga terlibat dalam penemuan dan publikasi ini, Prof Charlie D Heatubun mengatakan, pendataan spesies secara menyeluruh dan mendalam yang dilakukan di wilayah kerja PTFI tidak hanya penting untuk menjamin kegiatan yang dilakukan perusahaan terhadap setiap spesies dan lingkungan setempat.

Lebih dari itu, pendataan spesies baru juga sangat berarti bagi dunia penelitian dan pengembangan yang dapat dimanfaatkan bagi kepentingan masyarakat umum saat ini maupun di masa mendatang, terutama dalam menyikapi dampak perubahan iklim, pemanasan global, dan kepunahan spesies di muka bumi.

Sejak tahun 1997, Divisi Lingkungan Hidup PTFI terus mengeksplorasi keanekaragaman hayati. Melalui kegiatan eksplorasi, lebih dari 5.000 jenis spesies di sekitar area kerja PTFI, termasuk spesies baru, telah didata untuk diteliti dan dilestarikan.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Istri Prajurit TNI Jadi Kepala Kampung di Pedalaman Papua

Dengan menggunakan dana kampung, Nur Isny membangun rumah bagi warga yang rumahnya tidak layak huni.

NASIONAL | 6 Juni 2020

Pelindo III Sediakan Rapid Test Gratis di Pulau Madura

Sebanyak 3.500 alat rapid test gratis disiapkan Pelindo III.

NASIONAL | 6 Juni 2020

KPK Terima Pengembalian Uang Rp 1,7 Miliar Kasus Suap DPRD Sumut

Pengembalian itu dilakukan para legislator saat mereka diperiksa sebagai saksi kasus dugaan suap kepada anggota DPRD Sumut periode 2009-2014 dan 2014-2019.

NASIONAL | 6 Juni 2020

Mengaku Perwira TNI, Seorang Perempuan Ditangkap Polisi

Pelaku memasang foto seorang anggota TNI berpangkat Letda dan mencantumkan nama "Arif" pada profil aplikasi WhatsApp-nya.

NASIONAL | 6 Juni 2020

Lampung Terima Bantuan Kemsos untuk Penanganan Covid-19

Bantuan berupa alat pelindung diri (APD), cairan disinfektan, dan alat semprot disinfektan.

NASIONAL | 6 Juni 2020

Pembelajaran Jarak Jauh Jadi Pilihan di Era Pandemi Covid-19

Sekolah yang berada di zona hijau tidak serta merta bisa dibuka secara otomatis, tetapi melalui prosedur izin dan syarat yang ketat.

NASIONAL | 6 Juni 2020

Kapal Penumpang Antarpulau di Tanjungpinang Kembali Beroperasi

Jumlah penumpang diperbolehkan separuh dari kapasitas kapal.

NASIONAL | 6 Juni 2020

Besarnya Peran Guru dalam Pembentukan SDM Unggul

Dirjen GTK Kemdikbud Iwan Syahril mengatakan guru sebagai calon pemimpin pendidikan berperan penting dalam pembentukan SDM yang unggul.

NASIONAL | 6 Juni 2020

Luhut Klarifikasi Posisinya Sebagai Dewan Pengarah Penanganan Covid-19

Fokus penanganan Covid-19 dilakukan dengan membangun laboratorium pengujian, rumah sakit rujukan, hingga rumah sakit darurat.

NASIONAL | 6 Juni 2020

Polisi Kawal Kampung Siaga di Tengah Pandemi

Warga dengan kesadarannya menggunakan masker.

NASIONAL | 6 Juni 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS