Metode Mindfulness Atasi Kecemasan Normal Baru

Metode Mindfulness Atasi Kecemasan Normal Baru
Ilustrasi kecemasan. (Foto: Istimewa)
Hendro D Situmorang / JAS Sabtu, 6 Juni 2020 | 13:10 WIB

Jakarta, Beritasatu.com – Masyarakat yang tengah bersiap menghadapi era normal baru atau yang biasa disebut dengan new normal banyak yang merasa cemas dengan dibukanya kembali aktivitas harian di luar rumah dengan protokol kesehatan Covid-19 yang wajib dipatuhi.

Salah satu metode yang bisa dilakukan untuk mengatasi kecemasan adalah dengan Mindfulness. Mindfulness adalah praktik menempatkan kesadaran penuh pada apa yang terjadi di momen saat ini dengan keterbukaan dan penerimaan. Lembaga pendidikan Mindfulness sudah resmi dan terdaftar di Indonesia sejak 2016.

Praktisi meditasi dan pendiri Mindfulness Indonesia, Beninglara mengakui metode ini sudah menjadi tren di dunia yang menunjukkan peningkatan dalam 15 tahun terakhir, apalagi dipakai sebagai metode alternatif penanganan berbagai gangguan mental dan psikologis.

“Saat kecemasan atau rasa panik muncul, lakukan latihan mindfulness sederhana yakni dengan memfokuskan perhatian terhadap napas,” ujar Beninglara pada keterangan resminya Sabtu (6/6/2020).

Saat memfokuskan diri pada napas, amati sensasi tubuh apa yang muncul dengan terbuka tanpa memberikan penghakiman terhadap diri sendiri, orang lain, maupun keadaan atau situasi.

“Jika kita memfokuskan diri pada napas, maka pikiran yang berseliweran dan otot yang tegang akan tenang secara perlahan,” ujar Beninglara.

Pada saat seseorang mempraktikkan Mindfulness, ia tidak terbawa oleh perasaan maupun isi pikirannya melainkan mengamati dan menerima semua jenis emosi yang muncul. Inti dari Mindfulness adalah penerimaan atas segala sensasi yang dirasakan tanpa memberikan penghakiman.

Setelah itu, seseorang mampu merespons kondisi apapun dengan lebih bijak dan dilandasi cinta kasih atau compassion terhadap diri sendiri dan lingkungan.

Mindfulness juga dilatih dengan cara melakukan Mindfulness Meditation secara rutin. Namun menurut Bening mempraktikkan Mindfulness bisa dilakukan kapan saja dan di mana saja, terutama pada saat kecemasan muncul.

“Kapanpun di mana pun kita bisa mengajak pikiran dan perhatian kita untuk fokus terhadap napas atau sensasi inderawi lainnya, sehingga pada dasarnya Mindfulness bisa dilakukan setiap saat,” ujarnya.

Masyarakat juga bisa menjaga dirinya agar tetap Mindful yakni dengan membatasi diri terhadap informasi yang berseliweran dan belum tentu benar.

“Pikiran kita sangat mudah terombang-ambing, apalagi dengan banyaknya arus informasi. Untuk itu, salah satu upaya yang bisa dilakukan untuk menjaga kesadaran kita supaya tetap Mindful adalah dengan bijak mengonsumsi informasi khususnya dari sosial media,” tutup Bening. 



Sumber: BeritaSatu.com