Persiapan New Normal, Satgas Covid-19 Bengkulu Gencar Razia Penggunaan Masker

Persiapan New Normal, Satgas Covid-19 Bengkulu Gencar Razia Penggunaan Masker
Suasana di pusat perbelanjaan Bencoolen Mall, Bengkulu, Senin (11/5/2020). (Foto: Antara / David Muharmansyah)
Usmin / JEM Minggu, 7 Juni 2020 | 13:35 WIB

Bengkulu, Beritasatu.com - Satuan Tugas (Satgas) virus corona atau Covid-19 dibantu anggota TNI, Polri dan Satpol PP Bengkulu, saat ini gencar melakukan razia penggunaan masker kepada masyarakat Bengkulu.

Razia masker ini dilakukan Satgas Covid-19 Bengkulu, dalam rangka persiapan penerapan tatanan kehidupan baru atau new normal di wilayah Provinsi Bengkulu.

"Tim Satgas Covid-19 Bengkulu, saat ini gencar melakukan razia penggunaan masker kepada masyarakat di daerah ini dalam rangka persiapan penerapan tatanan kehidupan baru atau new normal di daerah ini ditengah pandemi virus corona yang masih melanda Tanah Air, termasuk Bengkulu," kata Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Bengkulu, Herwan Antoni, di Bengkulu, Minggu (7/6/2020).

Ia mengatakan, razia penggunaan masker tersebut juga sekaligus melakukan sosialisasi protokol kesehatan kepada masyarakat Bengkulu. Adapun protokol kesehatan meliputi membiasakan mencuci tangan pakai sabun, menjaga jarak atau physical distancing, menggunakan masker jika keluar rumah dan menghindari tempat-tempat berkerumunan orang banyak.

"Protokol kesehatan ini harus dipahami oleh semua lapisan masyarakat hingga ke pelosok desa dan kelurahan di Provinsi Bengkulu. Dengan dipahami protokol kesehatan oleh masyarakat, maka penerapan new normal di Bengkulu, akan berjalan sukses sesuai harapan," ujarnya.

Herwan menambahkan, razia masker dilakukan Satgas Covid-19 Bengkulu, di sejumlah tempat keramaian, seperti pasar tradisional, mal, jalan protokol, kawasan objek wisata dan tempat lainya. Bahkan, setiap kendaraan yang melintas di kawasan objek wisata, seperti Pantai Panjang, Kota Bengkulu, hentikan oleh petugas TNI dan Polri untuk memastikan mereka menggunakan masker.

"Jika ada di antara orang di dalam kendaraan tersebut, tidak menggunakan masker, maka diberikan teguran agar menggunakan masker dan sekaligus diberikan masker langsung. Tapi, jika warga berkali-kali ditemukan petugas tidak menggunakan masker, maka orang bersangkutan dihukum push up sebagai pelajaran bagi warga lain," ujarnya.

Kepala Dinkes Bengkulu menjelaskan, sebelum tatanan kehidupan baru atau new normal dilaksanakan di Bengkulu, pemprov setempat terlebih dahulu memastikan sebanyak 2 juta masker sudah terbagi ke seluruh kabupaten dan kota di Bengkulu.

Hal ini dilakukan bila new normal sudah diterapkan di Bengkulu, maka tidak ada lagi warga yang keluar rumah tidak menggunakan masker. Pembagian 2 juta masker akan dikoordinasikan Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 kabupaten dan kota di Bengkulu.

Selain itu, Pemprov Bengkulu juga meminta pihak pengelolah pasar tradisional, pedagang ruko, mal, restoran dan warung kopi dan tempat usaha lainnya di daerah ini, agar menyiapkan tempat cuci tangan berikut sabun atau hand sanitazer bagi para pengunjung.

Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi terjadinya penyebaran virus corona di tempat-tempat tersebut pada saat tatanan kehidupan baru atau new normal diberlakukan di seluruh wilayah Bengkulu.

Upaya lain persiapan pelaksanaan new normal di Bengkulu, kantanya Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 daerah ini berusaha mempertahankan agar kasus positif virus corona di Bengkulu, tidak bertambah lagi, sehingga syarat untuk melaksanakan tatanan kehidupan baru RO kasus covid dapat terpenuhi.

Salah satu upaya menekan kasus positif covid-19 tidak bertambah lagi, dengan memperbanyak rapid test di daerah ini. Sampai saat ini, pelaksanaan rapid test yang dilakukan Dinkes Bengkulu sebanyak 9.421.

"Angka rapid test ini akan terus kita tingkatkan hingga mencapai 3 persen dari jumlah penduduk Bengkulu. Karena itu, Pemprov Bengkulu, minta kabupaten dan kota untuk terus meningkatkan pelaksanaan rapid test di daerahnya guna mencegah bertambah kasus positif Covid-19," ujarnya.

Sementara itu, Gubernur Bengkulu, Rohidin Mersyah mengatakan, untuk melaksanakan tatanan kehidupan baru atau new normal di daerah diperlukan persiapan yang matang, khusunya masalah protokol kesehatan harus dipastikan sudah tersosialisasi dengan baik hingga ke pelosok desa di Bengkulu.

"Jika sosialisasi protokol kesehatan sudah disosialisasikan dengna baik hingga ke pelosok desa, maka baru mempersiapkan hal-hal yang terkait dengan pelaksanaan new normal, seperti pemasangan alat cuci tangan di tempat umum, penggunaan masker dan sebagainya," ujarnya.

Rohidin menambahkan, jika semua dipersiapkan dengan baik, maka pelaksanaan tatanan kehidupan baru atau new normal di Bengkulu, baru dilaksanakan. "Saya optimistis jika semua persyaratan untuk melaksanakan new normal dilakukan dengan baik, maka penerapan di Bengkulu juga akan berjalan baik dan sukses," ujarnya.



Sumber: BeritaSatu.com