Operasional Kapal, Pelni Susun Skenario New Normal

Operasional Kapal, Pelni Susun Skenario New Normal
Kapal Pelni (Foto: istimewa)
/ YUD Minggu, 7 Juni 2020 | 16:25 WIB

Jakarta, Beritasatu.com  - PT Pelni (Persero) menyusun skenario penerapan tatanan new normal guna mengantisipasi kemungkinan pembukaan kembali kegiatan transportasi laut pada pekan depan.

Kepala Kesekretariatan Perusahaan Pelni Yahya Kuncoro melalui keterangan, Minggu (7/6/2020) menyampaikan bahwa skenario itu antara lain protokol terhadap kesehatan para kru, proses embarkasi dan debarkasi, layanan makan dan minum di atas kapal, serta protokol terhadap beberapa penggunaan fasilitas di atas kapal.

Baca juga: Tiket Pelni Mulai Dijual, Kapasitas Hanya 50%

"Berkenaan dengan protokol kesehatan, kami akan lakukan rapid test kepada ABK maupun mitra yang akan bertugas di atas kapal untuk memastikan kondisi kesehatannya layak untuk bertugas. Faktor kesehatan, kenyamanan, dan keamanan dalam pelayaran adalah prioritas utama kami," katanya.

Ia memastikan pihaknya akan mematuhi pelaksanaan skenario tatanan hidup baru dengan tetap memperhatikan protokol Covid-19.

Baca juga: Pelni akan Kembali Layani Penumpang dengan Syarat Tertentu

Yahya menambahkan selain menjaga kebersihan serta menerapkan jaga jarak fisik dan sosial, manajemen juga telah menyusun strategi guna melindungi seluruh kru kapal dan penumpang.

Strategi itu antara lain pembatasan penumpang maksimal 50 persen dari kapasitas, penggunaan alat pelindung diri secara lengkap bagi kru kapal, hingga membatasi interaksi dan pertemuan fisik dengan penumpang.

Baca juga: Direksi Pelni: Kerugian Akibat Pandemi Covid-19 Bisa Sampai Rp 862 Miliar

"Selain terus menyuplai kebutuhan multivitamin, mulai saat ini kru kapal yang bertugas juga telah dilengkapi dengan APD dari penutup wajah (face shield), sarung tangan, baju, hingga penutup sepatu. Dengan adanya kelengkapan tersebut diharapkan dapat semakin menimbulkan rasa aman dan nyaman baik kepada kru yang bertugas maupun penumpang yang berlayar bersama kami," kata Yahya.

Sementara itu, sejak Mei 2020, beberapa kapal juga mulai membuka penjualan tiketnya untuk penumpang menuju pelabuhan yang membuka akses.

Yahya menambahkan, dengan penerapan normal baru ini manajemen berharap dapat menggerakkan kembali perekonomian nasional dan mendukung program strategis pemerintah dalam hal pelaksanaan transportasi bagi publik.



Sumber: ANTARA