PPDB 2020 di Banten Gunakan Empat Jalur

PPDB 2020 di Banten Gunakan Empat Jalur
Ilustrasi penerimaan peserta didik baru. (Foto: Antara)
Laurens Dami / WBP Minggu, 7 Juni 2020 | 16:45 WIB

Serang, Beritasatu.com - Penerimaan pendaftaran peserta didik baru (PPDB) 2020 di wilayah Provinsi Banten untuk tingkat SMA/SMK/SKh Negeri, semuanya menggunakan sistem daring atau online. Pendaftaran secara manual dimungkinkan kalau mengalami hambatan secara teknis maupun geografis, namun tetap mengedepankan protokol pencegahan Covid-19.

Ada empat jalur penerimaan dalam PPDB Tahun Pelajaran 2020/2021 yakni jalur zonasi dengan minimal 50 persen, jalur afirmasi minimal 15 persen, jalur perpindahan tugas/PHK orangtua/wali/anak guru maksimal 5 persen. Terkahir, jalur prestasi dimungkinkan jika tiga jalur lainnya sudah terpenuhi, maksimal 30.

Ketua Panitia PPDB online SMA/SMK Negeri Provinsi Banten Rudi Prihadi, Minggu (7/6/2020) menjelaskan sistem zonasi didasarkan pada peta zonasi akses mutu (LPMP dan Kemdikbud), kondisi geografis, populasi masyarakat, jumlah output SMP/MTs dan sebaran sekolah di masing-masing wilayah administratif.

Baca juga: Pandemi Covid-19, Pemda Diminta Segera Tetapkan Juknis PPDB

Jumlah zona yang ditetapkan untuk Provinsi Banten adalah 42 klaster wilayah administratif yang di dalamnya terdapat 152 SMA negeri. Sistem zonasi tidak berlaku untuk SMK, SKh dan SMA yang tidak diselenggarakan oleh pemerintah daerah (SMA swasta) dan sekolah boarding hal ini sesuai yang dengan Permendikbud 44 Tahun 2019.

Rudi mengatakan, pendaftar telah lulus SMP/MTs dan bertempat tinggal di zona yang sama dengan domisili/tempat tinggal dibuktikan dengan kartu keluarga (KK) yang telah berlaku minimal satu tahun sebelum 26 Mei 2020, serta usia maksimal 21 tahun berdasarkan bukti akte/surat keterangan kelahiran.

Rudi menjelaskan, jalur zonasi tidak melalui seleksi berdasarkan prestasi akademik maupun non-akademik, namun berdasarkan jarak yang diukur dari titik koordinat rumah tempat tinggal sesuai tercantum di alamat Kartu keluarga ke titik koordinat sekolah yang dituju, pengukuran geospasial dengan metode point to point menggunakan aplikasi google map. Apabila ditemukan hasil pengukuran yang sama, maka yang diterima adalah pendaftar yang berusia lebih tua. Pendaftar hanya dapat mendaftar lagi pada sekolah lain di luar zona yang sama dengan zona sesuai domisilinya melalui jalur selain jalur zonasi.

Sedangkan jalur afirmasi, lanjut Rudi, adalah jalur khusus yang diperuntukkan bagi siswa tidak mampu yang berasal dari dalam zona maupun luar zona dibuktikan dengan dokumen telah terdaftar pada program jaring sosial yang diterbitkan oleh pemerintah pusat maupun pemerintah daerah.

Sementara, jalur perpindahan tugas orangtua/wali dikhususkan untuk pendaftar yang orangtua/walinya karena suatu hal harus berpindah tugas ke wilayah lain, orangtua/wali yang terkena PHK akibat dampak Covid-19, dan anak guru yang mengajar di sekolah tujuan pendaftar. Pendaftaran wajib disertai dengan bukti lampiran dari orang tua/wali tentang surat perpindahan tugas orang tua wali/surat bukti PHK/SK mengajar bagi anak kandung guru.

Terakhir, jalur prestasi yang dapat dibuka oleh sekolah jika kondisi batas kuota pada jalur zonasi, afirmasi, dan perpindahan orang tua telah terpenuhi. Pada jalur ini diperbolehkan untuk pendaftar yang berasal dari dalam zona dan luar zona dengan maksimal batas kuota 30 persen dari keseluruhan kuota.

Rudi menjelaskan, PPDB SMAN tahun pelajaran 2020/2021 di Provinsi Banten dibuka sejak tanggal 26 mei 2020. Jadwal pendaftaran yang dimulai sebelum pengumuman kelulusan SMP dan MTs Tahun pelajaran 2019/2020 dikarenakan PPDB Banten juga memberikan kesempatan akses waktu lebih panjang bagi pendaftar yang lulus di tahun pelajaran sebelumnya dan belum berusia 21 tahun. Hal ini sesuai dengan amanah Permendikbud 44 Tahun 2019.

“Untuk SMAN dilaksanakan dari tanggal 26 Mei - 27 Juni 2020. Rekonsiliasi data pada 30 Juni 2020. Sementara untuk SMKN dilaksanakan dari tanggal 26 Mei - 23 Juni 2020. Sedangkan jadwal uji kompetensi tanggal 24 - 27 Juni. Rekonsiliasi data pada 27 Juni 2020. Sementara untuk SKh Negeri dilaksanakan dari tanggal 17 Mei - 22 Juni 2020. Asessment kekhususan tanggal 24 - 26 Juni 2020. Sedangkan pengumuman hasil seleksi PPDB Tahun Pelajaran 2020 pada 30 Juni 2020. Daftar ulang dilaksanakan pada tanggal 1 - 10 Juli 2020. Awal tahun pelajaran baru dimulai pada minggu ketiga Juli 2020,” ujarnya.

Lebih lanjut Rudi menjelaskan, PPDB 2020/2021 diselenggarakan secara serentak oleh setiap satuan pendidikan SMA negeri, SMK negeri dan SKh negeri di Provinsi Banten berdasarkan manajemen berbasis sekolah yang dikoordinasikan kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Banten dengan monitoring pengawasan dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Banten, Para Pengawas Satuan Pendidikan bersama Inspektorat Daerah Provinsi Banten.

“Jumlah satuan pendidikan yang melaksanakan PPDB SMAN sebanyak 151 sekolah, jumlah SMKN sebanyak 80 sekolah, dan SKhN sebanyak 8 sekolah. Sementara jumlah output lulusan yang akan mendaftar berasal dari 1.453 SMP dan 1.014 MTs baik negeri maupun swasta dengan jumlah calon peserta didik dari SMP dan MTs sebanyak 186.365 orang se-Provinsi Banten,” katanya.

Sementara Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Banten M Yusuf mengatakan aplikasi PPDB yang mengacu pada juknis telah disediakan oleh panitia PPDB di tingkat provinsi, diberikan secara gratis kepada satuan pendidikan untuk diinstalasi dan dimanfaatkan secara optimal pada seluruh satuan pendidikan.

Seluruh biaya penyelenggaraan PPDB pada SMA negeri, SMK negeri dan SKh negeri dibebankan pada anggaran bantuan operasional sekolah (BOS) pusat pada satuan pendidikan masing-masing dan calon peserta didik tidak dipungut biaya. Terkait kuota bisa dilihat pada web masing-masing satuan pendidikan. Kuota pada satuan pendidikan tergantung pada kondisi masing-masing satuan pendidikan dengan memperhatikan Permendikbud 44 Tahun 2019, Pergub dan Juknis PPDB tahun pelajaran 2020/2021.

Yusuf mengingatkan kepada seluruh pendaftar bahwa diterima dan tidaknya pendaftar bukan karena ditentukan waktu pendaftaran yang terlebih dahulu. Namun sesuai hasil verifikasi dan pengukuran jarak dari tempat tinggal ke sekolah, serta bobot prestasi (khusus untuk jalur prestasi) oleh tim PPDB sekolah terhadap dokumen yang di-upload oleh pendaftar pada masing-masing jalur PPDB.

“Jika hasilnya tetap sama maka pendaftar yang diterima adalah yang memiliki usia lebih tua berdasarkan tanggal tercantum pada akte/surat keterangan kelahiran per tanggal 26 Mei 2020. Untuk proses pendaftaran di SMK negeri dan SKh negeri alur dan cara pendaftaran juga tercantum di masing-masing web satuan pendidikan. Setelah melakukan pendaftaran maka orang tua/ wali/ pendaftar mengecek ulang data pendaftarannya beserta atribut data pendaftaran telah sesuai dan tercantum di daftar pendaftar di web sekolah tujuan dan secara berkala memantau kondisinya melalui web sekolah tujuan,” ujarnya



Sumber: BeritaSatu.com