Tak Tepat Sasaran, Pemkab Batang Evaluasi Penyaluran BST

Tak Tepat Sasaran, Pemkab Batang Evaluasi Penyaluran BST
Ilustrasi penyaluran bansos tunai. (Foto: Antara)
Stefi Thenu / LES Senin, 8 Juni 2020 | 16:23 WIB

Batang, Beritasatu.com - Penyaluran Bantuan Sosial Tunai (BST) di Kabupaten Batang, Jawa Tengah, akan dievaluasi. Hal itu karena penyaluran BST bagi warga terdampak Covid-19 yang belum tepat sasaran.

Berdasarkan data, dari 21.328 keluarga penerima manfaat (KPM) setelah dievaluasi terdapat data ganda 1.868 keluarga. Kemudian ada yang tidak atau belum ambil BST 375 keluarga, dan pindah luar kota 106 keluarga.

Bupati Batang Wihaji mengatakan, pihaknya akan mengevaluasi data penerima bantuan, khususnya yang bersumber dari APBD Kabupaten Batang. Evaluasi juga akan dilakukan pada bantuan yang bersumber dari pemerintah pusat dan provinsi, baik pembaruan atau perbaikan data.

Oleh karenanya, ia terus mengimbau kepada masyarakat untuk melaporkan jika terjadi kesalahan data di lapangan.
Sedikitnya, terdapat 25 keluarga yang menolak penyaluran BST bagi masyarakat terdampak Covid di Kabupaten Batang.

Penolakan tersebut karena mereka merasa mampu sehingga tidak berhak menerima bantuan dari pemerintah tersebut.

“Jadi nanti berdasarkan catatan, yang tidak tepat sasaran segera dilaporkan ke Pemkab Batang, sehingga data akan kita matangkan, agar tidak ada yang dobel dan tidak tepat sasaran,” tutur Wihaji, Senin (8/6/2020).

Untuk memastikan ketepatan penerima bantuan, ia memerintahkan kepala desa di Kabupaten Batang untuk mengecek kebenaran data penerima BST. Selanjutnya, rumah penerima manfaat akan dipasang stiker sebagai bentuk transparansi.“Istilahnya tidak ada dusta di antara kita,” katanya.

Bupati menyatakan, bantuan dobel akan dikembalikan. Pihaknya juga menghentikan sementara penyaluran BST yang bersumber dari APBD Kabupaten Batang, sampai konfirmasi data ganda penerima dan tidak tepat sasaran selesai.“Sebelum urusan ini selesai saya tidak mau menyalurkan dulu,” tuturnya.

Ke depan, masih ada bantuan bagi warga terdampak Covid-19 berupa Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) bagi 16.515 keluarga, dengan tambahan 9.000 data penerima baru dari pemerintah provinsi. Oleh karenanya, Wihaji berpesan jika ada warga miskin yang belum mendapatkan bantuan, bisa segera melapor.

“Warga miskin dipastikan mendapat BST. Kalau memang ada warga miskin yang belum dapat, kita masih punya cadangan 2.386 penerima manfaat yang tidak diambil, yang bisa kita ganti penerimanya,” pungkasnya.



Sumber: BeritaSatu.com