Sejarawan Usulkan Diorama Hari Lahir Pancasila di Monas

Sejarawan Usulkan Diorama Hari Lahir Pancasila di Monas
Monumen Nasional. (Foto: ANTARA FOTO / Aprillio Akbar)
Carlos KY Paath / FER Senin, 8 Juni 2020 | 17:19 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Sejarawan dan Peneliti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Asvi Warman Adam, mengusulkan pembuatan diorama Hari Lahir Pancasila di Museum Sejarah Nasional Indonesia, di Monas. Sebab dalam rancangan pada 1964, sempat terdapat diorama tersebut.

Baca Juga: Pancasila Modal Bangsa Hadapi Pandemi Covid-19

"Jadi dalam rancangan 1964, di situ terdapat diorama Hari Lahir Pancasila, namun 1970 dihilangkan, diganti dengan Hari Kesaktian Pancasila Pancasila 1 Oktober. Tugas kita membuat diorama Hari Lahir Pancasila," kata Asvi dalam seminar daring bertajuk 'Pancasila Dalam Gotong Royong Menuju Indonesia Maju' di Jakarta, Senin (8/6/2020).

Asvi menuturkan, masa Orde Baru memang terjadi desukarnoisasi. Peran-peran Sukarno dalam sejarah dihilangkan. "Tidak diakui Bung Karno yang berpidato tentang Pancasila. Pada Orde Baru, peringatan Hari Lahir Pancasila dilarang. Pada Era Reformasi dicoba kembali memperingati Hari Lahir Pancasila," ujar Asvi.

Asvi menuturkan, saat Taufiq Kiemas menjabat ketua MPR pada 2009, sudah dilakukan kegiatan kenegaraan Pidato Sukarno 1 Juni 1945, tapi belum dinyatakan tegas oleh pemerintah sebagai Hari Lahir Pancasila. Menurut Asvi, Presiden Keenam Susilo Bambang Yudhoyono pun urung mengeluarkan keputusan presiden (Keppres) penetapan Hari Lahir Pancasila. "Terobosan baru dilakukan Presiden Joko Widodo (Jokowi)," ucap Asvi.

Baca Juga: Hari Lahir Pancasila Momentum untuk Introspeksi

Asvi menjelaskan, penetapan Hari Lahir Pancasila diawali dari ketika Jokowi memutuskan 22 Oktober sebagai Hari Santri pada 2015. Presiden Jokowi, lanjut Asvi, merespons usulan dari kalangan pesantren.

"Kenapa 22 Oktober? Karena ini tanggal bersejarah. Pendiri NU (Nahdlatul Ulama) KH Hasyim Asy'ari mengeluarkan Resolusi Jihad akibat adanya ancaman serangan dari sekutu. Dikeluarkan fatwa bahwa wajib hukumnya membela negara. "Tampak peran kiai dan santri yang juga berjuang untuk pertahankan Indonesia," ungkap Asvi.

"Usulan 1 Juni sebagai Hari Lahir Pancasila disampaikan Pengurus Besar NU kepada Presiden Jokowi. Ini segera disambut oleh Presiden Jokowi dalam waktu tidak lama menetapkan 1 Juni sebagai Hari Lahir Pancasila," sebut Asvi.

Menurut Asvi, Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 24/2016 tentang Hari Lahir Pancasila yang diterbitkan Presiden Jokowi sangat tepat.

Baca Juga: Sejarah Bung Karno di Bidang Seni dan Arsitektur

"Sejarah tentang lahirnya Pancasila sangat penting diketahui oleh bangsa Indonesia, dari generasi muda sampai tua, sehingga kelestarian dan kelanggengan Pancasila bisa diamalkan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara," tegas Asvi.



Sumber: BeritaSatu.com