Wakil Ketua MPR Tegaskan Pentingnya Penguatan Pancasila untuk ASN

Wakil Ketua MPR Tegaskan Pentingnya Penguatan Pancasila untuk ASN
Ahmad Basarah. (Foto: Antara)
Carlos KY Paath / YS Senin, 8 Juni 2020 | 18:17 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Wakil Ketua MPR Ahmad Basarah menegaskan penguatan Pancasila sebagai ideologi negara untuk Aparatur Sipil Negara (ASN) sangat penting. Sebab ASN merupakan ujung tombak negara dalam menjalankan pelayanan publik secara langsung kepada masyarakat.

"ASN punya tanggung jawab penting dalam pelayanan publik. Penguatan Pancasila untuk ASN harus dilakukan," kata Basarah saat seminar daring bertajuk "Pancasila Dalam Gotong Royong Menuju Indonesia Maju", Senin (8/6/2020).

Basarah menjelaskan, berdasarkan Undang-Undang (UU) Nomor 5 Tahun 2014 tentang ASN disebutkan, setiap ASN memiliki kewajiban setia dan taat terhadap Pancasila, UUD 1945, menjadi perekat persatuan, mengabdi kepada negara, dan melayani masyarakat. ASN yang melakukan penyelewenangan Pancasila dan konstitusi bisa diberhentikan dengan tidak hormat.

Basarah mengungkap temuan survei Alvara pada 2017 yang menunjukkan 19,4% ASN tidak setuju dengan Pancasila dan lebih tertarik ideologi Khilafah.

Basarah menjelaskan, jumlah ASN sesuai data Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kempan RB) mencapai 4,2 juta jiwa. Artinya apabila dikonversi 19,4%, lanjut Basarah, maka sekitar 814.000 ASN terpapar ideologi lain

"Sesuai survei Alvara, ada 19,4% AAN yang sudah tidak lagi menerima Pancasila seabgai dasar negara. Ada 19,4% setuju pada negara Khilafah, tidak lagi setuju negara Pancasila. Ini pekerjaan rumah bagi kita," ujar Ketua DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan tersebut.

Basarah pun menyebut, "Kalau sekarang berkembang paham Khilafah, kami ingin menegaskan bahwa Pancasila sudah lebih cocok dan sesuai dengan bangsa Indonesia. Pancasila punya sila Persatuan Indonesia. Dalam perjuangan Khilafah seperti ISIS, tidak akui nasionalisme satu bangsa. Bangsa Indonesia patut bersyukur."



Sumber: Suara Pembaruan