Reaktif Rapid Test, Pekerja Migas Batal Ikut Penerbangan dari Sorong

Reaktif Rapid Test, Pekerja Migas Batal Ikut Penerbangan dari Sorong
Ilustrasi rapid test. (Foto: Beritasatu Photo / Thresa Sandra)
/ HS Selasa, 9 Juni 2020 | 07:47 WIB

Sorong, Beritasatu.com - Seorang pekerja pada perusahaan migas di Kabupaten Teluk Bintuni, Provinsi Papua Barat, dibatalkan ikut berangkat terbang dari Bandara Sorong, Senin (8/6/2020), karena reaktif terhadap rapid test atau tes cepat Covid.

Pria tersebut diketahui reaktif tes cepat Covid-19 oleh petugas Karantina Kesehatan Pelabuhan di Bandara Domine Eduard Osok Sorong saat hendak mengurus izin kesehatan berangkat dengan menunjukkan hasil tes cepat Covid-19 sebagai syarat keberangkatan.

Wakil Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Sorong Herlin Sasabone saat dikonfirmasi membenarkan ada pekerja perusahaan migas yang diketahui reaktif tes cepat Covid-19 saat mengurus keberangkatan di Bandara Domine Eduard Osok Sorong.

Dia mengatakan warga tersebut melakukan tes cepat Covid-19 di Klinik Prodia Sorong dan telah diberitahukan hasilnya reaktif. Namun, karena ingin pulang ke Semarang yang bersangkutan tetap menuju Bandara untuk urus keberangkatan.

Menurut dia, sesampainya di Bandara untuk mengurus tiket dan izin kesehatan keberangkatan diketahui tes cepat Covid-19 reaktif sehingga tidak diizinkan berangkat oleh Karantina Kesehatan Pelabuhan maupun pihak maskapai.

Calon penumpang tersebut, kata dia, langsung diarahkan oleh petugas bandara kepada Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Sorong guna ditindaklanjuti.

Dikatakan bahwa tim medis puskesmas langsung menangani pria tersebut dengan melakukan karantina mandiri dan dipantau. "Hasil rapid test reaktif tidak berarti bahwa orang yang bersangkutan positif virus Corona sehingga tindakan selanjutnya dilakukan pemeriksaan sampel swab Covid-19 di laboratorium guna memastikan apakah benar positif virus Corona," tambah dia.



Sumber: ANTARA