Penumpang KRL di Stasiun Bogor Masih Menumpuk

Penumpang KRL di Stasiun Bogor Masih Menumpuk
Ratusan calon penumpang KRL Commuter Line mengantre menuju pintu masuk Stasiun Bogor di Jawa Barat, Senin (8/6/2020). Antrean panjang calon penumpang tersebut terjadi saat dimulainya aktivitas perkantoran di Jakarta di tengah masa transisi Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) pandemi Covid-19. (Foto: ANTARA FOTO / Arif Firmansyah)
/ WBP Selasa, 9 Juni 2020 | 10:25 WIB

Jakarta, Beritasatu.com- Penumpukan calon penumpang kereta rel listrik (KRL) di Stasiun Bogor masih terjadi pada Selasa (9/6/2020) pagi yakni hari kerja kedua bagi pegawai perkantoran di Jakarta. Meski antrean cukup panjang, namun lebih baik dari antrean Senin (8/6/2020).

Baca jugaPenumpang KRL Melonjak Akibat Aktivitas Ekonomi di Jakarta Dibuka

Dari pantauan Antara di Stasiun Bogor, penumpukan penumpang tampak ramai mulai sekitar pukul 05.30 WIB, karena penumpang yang akan naik ke KRL dibatasi jumlahnya, yakni sekitar 80 orang per gerbong. Adapun rangkaian KRL trayek Bogor-Jakarta sebanyak delapan hingga 12 gerbong.

Antrean calon penumpang, tampak cukup panjang, mulai depan pintu tempat tap tiket sampai ke halaman depan dan lorong tempat calon penumpang menuju stasiun Bogor menuju ke pintu tap.

Baca juga: PSBB Transisi, Penumpang KRL Melonjak Hingga 150.000 Orang

Sementara setelah penumpang masuk melalui pintu tap di bagian dalam, masih mengantre yakni di lorong bagian dalam menuju ke peron tempat naik ke kereta. Petugas keamanan maupun pegawai stasiun tampak mengarahkan calon penumpang.

Guna mengatasi, penumpukan lebih lama, pengelola KRL mengoperasikan KRL lebih intensif yakni pemberangkatan kereta setiap lima menit.

Calon penumpang KRL di Stasiun Bogor, Widya (35), menuturkan dirinya bekerja di sebuah perusahaan swasta di Jalan Jenderal Sudirman Jakarta, bekerja mulai pukul 08.00 sampai 15.30 WIB, mulai hari Senin kemarin.

Widya menuturkan, dirinya harus mengantre sekitar 30 menit sampai pada antrean di dalam menuju ke peron.

Pegawai Stasiun Bogor, Yudi, menuturkan, penumpang KRL dibatasi hanya 80 orang per gerbong untuk menerapkan aturan protokol kesehatan, yakni menjaga jarak fisik. Siap penumpang KRL juga wajib memakai masker. "Ini aturan dari pusat di Jakarta," katanya.



Sumber: ANTARA