Bunga Kecombrang Asal Sumut Tembus Pasar Ekspor

Bunga Kecombrang Asal Sumut Tembus Pasar Ekspor
Ekspor perdana bunga kecombrang asal Sumut, dengan tujuan Malaysia. (Foto: Beritasatu Photo / Istimewa)
Arnold H Sianturi / FER Selasa, 9 Juni 2020 | 17:33 WIB

Belawan, Beritasatu.com - Bunga Kecombrang (Etlingera Elatior) yang selama ini digunakan masyarakat sebagai bahan campuran masakan, merambah pasar ekspor dengan negara tujuan Malaysia.

Baca Juga: Kemtan Integrasikan Aplikasi Peta Ekspor

Kepala Karantina Pertanian Belawan, Hasrul menyampaikan, Kementerian Pertanian (Kemtan) melalui Karantina Pertanian Belawan memfasilitasi sertifikasi ekspor bunga kecombrang sebanyak 90 kilogram (kg) milik CV SP dengan nilai Rp 6 juta.

"Komoditas sub sektor hortikultura ini mulai merambah pasar ekspor. Tidak hanya mrnambah kelezatan, bunga ini pun diyakini memiliki kandungan nutrisi yang kaya hingga tinggi serat," ujar Hasrul melalui keterangan tertulis yang diterima Beritasatu.com, Selasa (9/6/2020).

Hasrul mengatakan, saat pengiriman yang perdana ini, persyaratan teknisnya dikawal ketat, supaya diterima dalam kondisi baik di negara tujuan. Karantina Belawan mengantisipasi kerusakan.

Baca Juga: Kopi dan Teh Indonesia Makin Diminati Pasar Thailand

"Kerusakan yang dihindari itu seperti mengalami kisut dan layu akibat karakteristik bunga serta jarak sentra ke negara tujuan. Oleh karena itu, kami meminta pelaku usaha untuk menambahkan pendingin," jelasnya.

Untuk menghindari kerusakan itu, sambung Hasrul, penanganannya dapat dilakukan secara sederhana, dengan menyiapkan kantongan es batu di setiap kemasan dan mengatur suhu container cold storage di kisaran 1-4 derajat celcius, agar tetap terjaga.

Berdasarkan data dari klinik ekspor yang berada dikantor layanan Karantina Pertanian Belawan, setidaknya ada tambahan dua komoditas ekspor baru, yakni gula kelapa dan labu beku.

Baca Juga: Pengusaha Harapkan Harmonisasi Aturan Ekspor

Pada awal tahun hingga Mei 2020, gula kelapa berhasil membukukan 2 kali pengiriman sebanyak 58,3 ton senilai Rp. 1,03 milyar dengan tujuan Brasil dan Yunani. Sementara labu beku mencatat 3 kali ekspor ke Tiongkok dan Malaysia sebanyak 8,4 ton dengan nilai Rp 228,9 juta.



Sumber: BeritaSatu.com