Menteri KKP Resmikan Ekspor Perdana Tuna Sirip Kuning ke Jepang

Menteri KKP Resmikan Ekspor Perdana Tuna Sirip Kuning ke Jepang
Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo. (Foto: Antara)
John Lorry / EHD Selasa, 9 Juni 2020 | 19:48 WIB

Palu, Beritasatu.com - Di tengah pandemi virus corona, Menteri Kelautan dan Perikanan, Edhy Prabowo meresmikan ekspor perdana ikan tuna sirip kuning atau yellow fin dari Sulawesi Tengah (Sulteng) ke Jepang.

"Ini bukti seluruh komoditas perikanan Sulteng bisa kita ekspor seluas-luasnya meski di tengah pandemi virus corona Covid-19," kata Edhy Prabowo di Palu, Selasa (9/6/2020).

Dia mengatakan, meski pandemi Covid-19 belum usai namun hal itu tidak serta merta menurunkan permintaan dunia akan komoditi perikanan Indonesia.

Oleh sebab itu, Menteri Edhy berharap ekspor perdana melalui jalur udara tersebut berkelanjutan, tidak hanya seremonial belaka melainkan dapat ditingkatkan tidak saja ke Jepang tapi juga ke negara-negara tujuan ekspor lainnya.

“Ekspor perdana melalui jalur udara ini menandakan ikan tuna sirip kuning menjadi komoditas ekspor baru Sulteng di sektor kelautan dan perikanan,” ujarnya.

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) kata Edhy akan berupaya untuk memacu usaha perikanan yakni dengan memberi kemudahan belalui birokrasi perizinan yang mudah dan cepat, tidak berbelit-belit.

Gubernur Sulteng, Longki Djanggola saat mendampingi Menteri Edhy mengatakan, Sulteng memiliki sumber daya alam di sektor kelautan dan perikanan yang potensial.

Produksi perikanan tangkap Sulteng pada tahun 2019, menembus lebih dari 196 ribu ton dan perikanan budidaya lebih dari 964.000 ton.  “Sulteng menjadi satu-satunya provinsi di Indonesia yang dikelilingi empat Wilayah Pengelolaan Perikanan (WPP) yakni WPP 713 di Selat Makassar, WPP 714 di Selat Tolo, WPP 715 di Teluk Tomini, WPP 716 di Laut Sulawesi dan WPP di Perairan Darat atau WPP-PD 421 Pulau Sulawesi,” papar Gubernur Longki.



Sumber: BeritaSatu.com