1.094 Pelajar Asal Aceh di Perantauan Terima Bansos Covid-19

1.094 Pelajar Asal Aceh di Perantauan Terima Bansos Covid-19
Kepala Biro Humas dan Protokol Sekretariat Daerah (Setda) Aceh Muhammad Iswanto. (Foto: Istimewa)
Jayanty Nada Shofa / JNS Rabu, 10 Juni 2020 | 18:14 WIB

Banda Aceh, Beritasatu.com - Pemerintah Aceh telah menyalurkan bantuan sosial (bansos) Covid-19 bagi 1.094 pelajar Aceh di perantauan baik di dalam negeri maupun luar negeri.

Hal ini disampaikan oleh Kepala Biro Humas dan Protokol Sekretariat Daerah (Setda) Aceh Muhammad Iswanto, Selasa (9/6/2020).

"Hingga hari ini, bansos dampak Covid-19 dari Pemerintah Aceh telah diserahkan kepada 1.094 pelajar asal Aceh yang saat ini sedang menimba ilmu baik di luar negeri maupun di provisi lain di Indonesia," ungkapnya.

Pemerintah Aceh, lanjut Iswanto, telah menerima sebanyak 1.369 berkas. Dari jumlah tersebut, sebanyak 1.094 berkas sudah diterima dan sedang dalam proses transfer. Namun, 118 berkas di antaranya dinyatakan belum melengkapi dokumen yang dibutuhkan.

"Ini bisa karena berbagai alasan. Bisa karena buku bank yang tidak terbaca di sistem atau karena buku bank yang berbeda dengan nama pemohon," jelasnya.

Sedangkan, 157 berkas lainnya ditolak karena tidak memenuhi syarat. Misalnya, pendaftar dinyatakan berstatus pegawai negeri sipil (PNS), dosen atau tidak memiliki KTP Aceh.

Iswanto pun mengimbau kepada para pelajar untuk menggunakan dana bansos dengan baik. Sedangkan, bagi yang belum menerima bantuan tunai ini diimbau untuk bersabar karena proses transfer masih terus berjalan.

Adapun jumlah yang diterima akan beragam sesuai dengan lokasi pelajar perantauan tersebut. 

“Pelajar asal Aceh yang berkuliah di provinsi lain di luar Aceh akan mendapatkan bantuan sosial maksimal sebesar Rp 1 juta. Sedangkan untuk pelajar Aceh yang berkuliah di luar negeri, bansos yang diberikan maksimal sebesar Rp2,5 juta,” pungkas Iswanto.

Dirinya menambahkan, pemberian bansos ini telah diumumkan oleh Pemerintah Aceh sejak bulan April lalu. Beberapa persyaratan termasuk fotokopi KTP, surat aktif kuliah pernyataan dari pihak kampus, buku tabungan atau nomor rekening penerima.

Namun, tidak semua berkas yang diajukan akan otomatis mendapatkan bansos ini. Berkas pelajar yang berstatus dosen dan PSN akan otomatis ditolak.

Menurut Iswanto, bansos dibagikan sebagai bentuk kepedulian Pemerintah Aceh terhadap pelajar Aceh yang masih bertahan di negeri orang dan belum bisa kembali akibat pandemi corona.

Lebih lanjut, bansos tidak berasal dari Biaya Tak Terduga (BTT), tetapi dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Aceh (APBA) tahun 2020.

Sebagai informasi, penerima bansos tersebar di Medan, Padang, Jakarta, Jogjakarta, Surakarta, Surabaya, Malang, serta sejumlah provinsi lainnya. Di luar negeri, bansos disalurkan ke pelajar di Malaysia, Thailand, Brunei Darussalam, Arab Saudi, Sudan, Iran, Belanda, India, Inggris, dan lainnya.



Sumber: BeritaSatu.com