Mafia Tanah Terjadi Karena Integritas Aparat Penegak Hukum Rendah

Mafia Tanah Terjadi Karena Integritas Aparat Penegak Hukum Rendah
Adrianus Meliala. (Foto: Istimewa)
Siprianus Edi Hardum / EHD Rabu, 10 Juni 2020 | 19:14 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Anggota Ombudsman Republik Indonesia, Adrianus Meliala menegaskan, banyak dan sering terjadinya kasus mafia tanah di Indonesia karena banyak aparat penegak hukum beritegritas rendah.

“Aparat penegak hukum ini, terutama oknum hakim memanipulasi hukum melalui putusan mereka bahwa seolah-olah tindakan mafioso curang dalam kasus tanah, benar. Sampai saat ini memang sering terjadi,” kata Adrianus kepada SP, Rabu (10/6/2020).

Adrianus mengatakan, Ombudsman sering berkoordinasi dengan bagian Pengawasan Mahkamah Agung (MA) dan Komisisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk memantau dan merespons pengaduan masyarakat mengenai hakim-hakim bermasalah.

“Sudah banyak hakim diberi sanksi oleh MA bahkan tertangkap tangan oleh KPK karena melakukan perbuatan yang melanggar hukum,” kata dia.

Menurut Adrianus, selain oknum yang bermain dalam masalah tanah adalah ada juga oknum jaksa dan polisi. “Kami juga melakukan koordinasi dengan bagian pengawasan Kejagung dan Propam Polri. Banyak juga oknum dari dua lembaga ini ditindak,” kata dia.

Ia mengatakan, pihaknya selalu merespons cepat semua pengaduan masyarakat terutama dalam masalah tanah ini. Menurut Adrianus, mengapa begitu banyak oknum penegak hukum ngiler terima suap dalam masalah tanah atau ikut bermain dalam masalah tanah karena harga tanah terus naik, karena itu sogokan dalam masalah tanah besar. “Ini kembali ke integritas tadi. Kalau berintegritas tentu tidak tergoda dengan uang haram,” kata dia.



Sumber: BeritaSatu.com