Bandar Narkoba Harus Ditindak Tegas dan Terukur

Bandar Narkoba Harus Ditindak Tegas dan Terukur
Satuan Reserse Narkoba Polrestro Bekasi Kota memusnahkan narkotika jenis sabu seberat 506 gram, Kamis, 14 Mei 2020. (Foto: Suara Pembaruan/Mikael Niman)
Yeremia Sukoyo / WM Rabu, 10 Juni 2020 | 18:47 WIB


Jakarta, Beritasatu.com - Tindakan tegas kepolisian terhadap para bandar, penyelundup hingga memproduksi narkoba harus didukung penuh semua pihak. Mengingat selama ini peredaran narkotika merupakan kejahatan luar biasa dan sudah jadi musuh bersama.

Pakar hukum pidana Frans Hendra Winarta menjelaskan, tindakan tegas kepolisian terhadap bandar maupun penyelundup narkoba tentunya juga harus tegas dan terukur.

"Kalau melawan kan ada prosedurnya menurut hukum," kata Frans, di Jakarta, Rabu (10/6).

Dalam memerangi peredaran narkoba di Indonesia, Kapolri telah keluarkan kebijakan untuk memberikan tindakan tegas terukur terhadap seluruh bandar narkoba. Kapolri bahkan memerintahkan seluruh anak buahnya untuk tidak segan menembak mati para bandar narkotika yang melawan ketika hendak ditangkap.

Meski mendukung tindakan tegas terukur, Frans mengingatkan aparat penegak hukum, termasuk Polri untuk tidak memukul rata perlakuan seluruh kasus narkoba.

Staf pengajar Fakultas Hukum Universitas Pelita Harapan (UPH) itu menilai, banyak penderita narkoba seharusnya diterapi bukan dihukum. Dirinya juga meminta penegak hukum membedakan proses hukum antara pemakai dengan pengedar, bandar, maupun penyelundup dan pemroduksi.

"Kebijakannya harus dipilah-pilah, jangan di-gebah uyah (menyamaratakan). Tidak sama pengendaliannya. Kalau produsen perlakuannya harus keras karena membahayakan kaum muda dan hari depan Indonesia," ujarnya.

Kasus Besar
Kapolri Jenderal Pol Idham Azis, sebelumnya, menyampaikan Polri sejak Januari hingga awal Juni 2020, telah menggagalkan peredaran 6,9 ton narkoba, dengan rincian 3,52 ton sabu, 3,35 ton ganja, 55,26 tembakau gorila dan 552.000 butir pil XTC.

Sementara jumlah tersangka yang ditetapkan dalam berbagai kasus narkoba sepanjang periode itu sebanyak 25.526 orang.
Komitmen Polri dalam pemberantasan narkoba ditunjukkan dengan pembentukan Satgas Merah Putih di era Kapolri Jenderal Tito Karnavian. Berbagai pengungkapan besar kasus narkoba telah dilakukan Satgasus Merah Putih sejak dibentuk beberapa tahun lalu.

Sepanjang tahun 2020 ini, misalnya, Satgasus yang kini dikepalai Brigjen Ferdy Sambo telah menggagalkan peredaran lebih dari 1,6 ton sabu-sabu. Di antaranya, pengungkapan 288 Kg sabu di Serpong, Tangerang, pada 30 Januari dan 821 kg sabu di Banten pada 25 Mei.

Terakhir, tim khusus Satgasus yang dipimpin Kombes Pol Herry Heryawan kembali mengungkap peredaran sabu jaringan Iran di Sukabumi, Jawa Barat pada 4 Juni silam. Dalam kegiatan yang ikut didampingi Brigjen Pol Iwan Kurniawan tersebut menangkap 5 pelaku dengan barang bukti 402 kilogram narkotika jenis sabu.

"Kita hargai upaya Polri, tapi ke depan kebijakannya harus sesuai kebutuhan penanggulangan korban pemakai narkoba. Ini soal urusan kebijakan yang harus sesuai kebutuhan," ucap Frans.



Sumber: BeritaSatu.com