Polisi Bekuk Tersangka Pengiriman ABK yang Lompat ke Laut

Polisi Bekuk Tersangka Pengiriman ABK yang Lompat ke Laut
Ilustrasi (Foto: Istimewa)
Farouk Arnaz / CAH Kamis, 11 Juni 2020 | 13:05 WIB

 

Jakarta, Beritasatu.com - Polda Kepri menangkap pelaku dugaan tindak pidana perdagangan orang (TPPO) yang menimpa dua anak buah kapal (ABK) Fu Lu Qing Yuan Yu 901 yang terjun ke Selat Malaka di sekitar Perairan Pulau Karimata.

Menurut Direskrimum Polda Kepri Kombes Arie Dharmanto, Subdit IV Ditreskrimum Polda Kepri menangkap tersangka berinisial SD di rumahnya yang beralamat di Cileungsi, Bogor, Jawa Barat dini hari tadi.

“Kami melakukan pencarian dan penangkapan tersangka setelah melakukan penelusuran HP yang digunakan tersangka. Kami didukung Bareskrim dan Subdit 3 Jatanras Polda Metro Jaya,” kata Arie saat dihubungi Beritasatu.com, Kamis (11/6/2020).

Tersangka dibawa ke Bareskrim untuk dilakukan interogasi dan dilakukan pengembangan perkara. Barang bukti yang diamankan berupa KTP, buku rekening tersangka, dan HP. 

Baca JugaKasus ABK Lompat ke Laut Ditangani Polda Riau

Pelaku melakukan kejahatannya dengan cara melakukan perekrutan dan pengiriman WNI dengan iming-iming gaji yang besar. Faktanya korban dieksploitasi untuk melakukan pekerjaan kasar di kapal berbendera Tiongkok itu tanpa menerima gaji selama bekerja.

“Ini tidak sesuai kesepakatan sebab korban dijanjikan bekerja sebagai buruh pabrik di Korea Selatan. Kita lakukan pengembangan kemungkinan ada keterlibatan pelaku lainnya,” imbuh Arie.

Seperti diberitakan Reynalfi (22) dan Andri Juniansyah (30), Warga Negara Indonesia (WNI), nekat kabur karena tak tahan dengan pola kerja di kapal berbendera Tiongkok tersebut.

Baca Juga: Kemnaker dan BP2MI Atasi Penderitaan ABK

Kedua WNI itu meloloskan diri dengan terjun ke laut di sekitar perairan perbatasan internasional yang masuk wilayah Provinsi Kepri pada Jumat (5/6/2020) malam sekitar pukul 20.00 WIB.

Bukan kali ini saja kasus semacam Ini terjadi. Satgas tindak pidana perdagangan orang (TPPO) Bareskrim juga mengusut kasus serupa.

Tiga tersangka dalam kasus eksploitasi ABK yang bekerja di kapal Long Xing 629 dibekuk.

Ketiga tersangka tersebut adalah W dari PT APJ di Bekasi, inisial F dari PT LPB di Tegal dan J dari PT SMG di Pemalang.

Pelaku TPPO diancam Pasal 4 dan Pasal 10 Undang-undang Nomor 21/2007 tentang Pemberantasan TPPO dan atau Pasal 81 dan Pasal 86 huruf b UU Nomor 18/2017 tentang Perlindungan Pekerja Migran Indonesia dan atau Pasal 102 ayat 1 huruf B UU Nomor 39/2004 tentang Penempatan dan Perlindungan TKI di Luar Negeri. Ancaman hukuman maksimalnya 15 tahun penjara.



Sumber: BeritaSatu.com