Mendagri: Pilkada Bisa Ditunda Jika Covid-19 Melonjak Tajam
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Mendagri: Pilkada Bisa Ditunda Jika Covid-19 Melonjak Tajam

Kamis, 11 Juni 2020 | 16:24 WIB
Oleh : Robertus Wardy / YUD

Jakarta, Beritasatu.com - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mengemukakan Pilkada serentak yang sudah ditetapkan tanggal 9 Desember 2020 bisa ditunda. Namun syaratnya jika terjadi lonjakan Covid-19 luar biasa yang sulit dikendalikan. Hal itu pun sudah ditanyakan dalam Perppu tentang Pilkada yang masih membuka peluang untuk ditunda.

"Kita ambil skenario optimis 9 Desember tapi dalam Perpppu itu membuka peluang. Jika keadaan tidak memungkinkan, katakan kalau korban meningkat, kenaikan luar biasa, masih ada peluang untuk undur ke periode berikut," kata Tito di Jakarta, Kamis (11/6/2020).

Pilkada Bisa Ditunda Apabila Syarat dari KPU Tak Terpenuhi

Ia menyadari bahwa memang ada resiko dalam pelaksanaan Pilkada tanggal 9 Desember 2020 ditengah pandemi Covid-19. Resiko pertama adalah kesehatan masyarakat dari wabah Covid-19. Resiko kedua adalah rendahnya partisipasi publik.

Namun dia mengajak masyarakat Indonesia untuk melihat pengalaman negara Korea Selatan (Korsel) yang berhasil melaksanakan Pemilu Legislatif (Pileg) ditengah pandemi Covid-19. Dia optimis Indonesia bisa belajar dari Korsel untuk menyukseskan Pilkada 9 Desember.

Pemerintah Harapkan MA Bisa Lakukan Peradilan Cepat Terkait Pilkada

"Kita sekarang sudah mulai memahami cara beradaptasi dengan Covid. Kita tunda dari September ke Desember, daripada mengangkat Plt (Pelaksana Tugas, Red) sampai 2020 karena belum ada vaksin. Kalau Plt lama akhirnya pemerintah tidak legitimate," tutur Tito.

Tito juga menyebut tidak memberlakukan cluster dalam pelaksanaan Pilkada. Alasannya penetapan kluster aman bagi satu daerah sangat dinamis. Miasalnya wilayah A pada hari tertentu bisa masuk zona hijau atau aman. Namun tidak bisa dijamin seterusnya bisa hijau. Bisa saja daerah tersebut pada lain waktu menjadi zona merah atau oranye. Zona merah dan oranye adalah daerah dengan tingkat penyebaran Covid-19 yang tinggi.

Pilkada Serentak, DPR Berencana Libatkan Gugus Tugas Covid-19

"Kalau lakukan cluster, sepertinya tidak pas. Karena hari ini bisa hijau tapi bisa berubah. Maka dalam Perppu itu buka peluang. Kalau semua merah, ya nanti kita bicarakan lagi, apa perlu ditunda lagi atau gimana," tutup Tito.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Pasar Sukaramai Medan Ditengarai Jadi Sentra Penyebaran Covid-19

Pasar Sukaramai Medan sebagai lokasi perbelanjaan kebutuhan pokok ditengarai sebagai penyebaran virus corona (Covid-19).

NASIONAL | 11 Juni 2020

Polisi Ancam Pidanakan Pihak yang Paksa Ambil Jenazah

Sebelumnya telah terjadi beberaoa insiden penjemputan paksa jenazah yang berstatus pasien dalam pengawasan (PDP) dari sebuah rumah sakit.

NASIONAL | 11 Juni 2020

40 Anggota PPK Kepahiang Rapid Test, Hasilnya Nonreaktif

Sebanyak 40 anggota KPU Kabupaten Kepahiang, Bengkulu menjalani "rapid test" virus "corona" atau Covid-19, dan hasilnya nonreaktif.

NASIONAL | 11 Juni 2020

Masuki Periode III, Ini Persyaratan Lomba Senam SAH Kempora

Lomba Senam SAH Periode III ditunjukkan untuk kategori individu dengan platform Youtube.

NASIONAL | 11 Juni 2020

New Normal, Konsumsi BBM di Sumut Meningkat

Pertamina memastikan stok BBM untuk Sumut masih mencukupi kebutuhan masyarakat.

NASIONAL | 11 Juni 2020

Ikappi Sebut 27 Pedagang di Pasar Meninggal Akibat Covid-19

Pasar adalah sumber ekonomi dan sumber kebutuhan pokok sebagaian besar masyarakat Indonesia.

NASIONAL | 11 Juni 2020

Pemerintah Kaji Sistem Kerja Sif untuk ASN dan Swasta

Menurut Tjahjo, sistem kerja sif akan diatur terpisah.

NASIONAL | 11 Juni 2020

Jambi Utamakan Pendekatan Persuasif Hadapi New Normal

Kedispilinan pelaku usaha dalam pelaksanaan protokoler kesehatan Covid-19 di Jambi penting agar warga aman dari risiko penyebaran

NASIONAL | 11 Juni 2020

Kempora Bagikan 50.424 Paket Covid-19 untuk Stakeholder Olahraga

Paket kesehatan ini berisi masker, hand sanitizer, sabun cuci tangan dan vitamin.

NASIONAL | 11 Juni 2020

Dewan Pers Ingatkan Substansi RUU Ciptaker Tidak Ganggu Prinsip Kebebasan Pers

Dewan Pers akan menolak jika di RUU Ciptaker memuat ketentuan tentang kemerdekaan pers yang sudah diatur dalam UU 40/1999 tentang pers.

NASIONAL | 11 Juni 2020


TAG POPULER

# Olimpiade Tokyo


# Akidi Tio


# Mafia Tanah


# Kasus Positif Covid-19


# Kartu Vaksin



TERKINI

Masyarakat Kota Tangerang Diminta Melapor apabila Ada Pungli Bansos

MEGAPOLITAN | 6 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS