Komisi B DPRD DKI Dorong Masyarakat Gunakan Kendaraan Pribadi

Komisi B DPRD DKI Dorong Masyarakat Gunakan Kendaraan Pribadi
Komisi B DPRD DKI Jakarta khawatir peraturan ganjil genap dapat berdampak negatif bagi kesehatan dan ekonomi masyarakat.
Ahmad Salman / AIS Kamis, 11 Juni 2020 | 21:31 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Komisi B DPRD DKI Jakarta meminta Pemprov DKI untuk lebih fleksibel memberlakukan sistem ganjil genap untuk kendaraan bermotor. Mereka khawatir peraturan ganjil genap dapat berdampak negatif bagi kesehatan dan ekonomi masyarakat.

"Kendaraan pribadi yang dimiliki hampir semua orang di Jakarta adalah kendaraan roda dua. Kalau ini dibatasi akan meledakkan jumlah pengguna kendaraan umum dan risiko penularan sangat besar," jelas Ketua Komisi B DPRD DKI Jakarta Abdul Aziz, belum lama ini.

Komisi B menilai pemberlakuan ganjil genap di tengah pandemi tidak sejalan dengan imbauan pemerintah untuk melakukan pembatasan sosial. Sebab peraturan ganjil genap berisiko mendorong masyarakat menggunakan kendaraan umum.

"Kita lebih mendorong masyarakat menggunakan kendaraan pribadi daripada kendaraan umum karena fakto-faktor kesehatan tadi," kata Abdul Aziz.

Saat ini Dinas Perhubungan DKI Jakarta masih mengkaji keputusan pemberlakukan sistem ganjil genap yang akan diberlakukan di masa transisi PSBB.



Sumber: Beritasatu Tv