Menteri Ristek/BRIN: Kontribusi Riset Covid-19 UI Lengkap dan Signifikan

Menteri Ristek/BRIN: Kontribusi Riset Covid-19 UI Lengkap dan Signifikan
Bambang Brodjonegoro. (Foto: Antara / Aditya Pradana Putra)
Jeis Montesori / JEM Jumat, 12 Juni 2020 | 12:59 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Universitas Indonesia (UI) memperoleh Pendanaan Konsorsium Riset dan Inovasi Covid-19 tahap pertama senilai Rp 8,1 miliar dari Kementerian Riset dan Teknologi/Badan Riset dan Inovasi Nasional (Kemenristek/BRIN).

Serah terima “Surat Keputusan Ketua Konsorsium Riset dan Inovasi Untuk Percepatan Penanganan Corona Virus Disease (Covid-19) Nomor 1/KCovid.19/Kp./V/20, tanggal 17 Mei 2020 tahap pertama” dilakukan pada hari Kamis (11/6/2020) secara daring, yang diberikan oleh Ketua Konsorsium Riset dan Inovasi Covid-19 Kementerian Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (Kemenristek/BRIN)  Ali Ghufron Mukti  kepada Rektor UI  Ari Kuncoro. Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (Menristek/Kepala BRIN) Bambang PS Brodjonegoro  turut hadir memberikan arahan di dalam penyerahan SK Penetapan tersebut.

Dalam arahannya, Bambang Brodjonegoro mengatakan, UI merupakan salah satu anggota konsorsium dengan kontribusi yang signifikan. UI menerima pendanaan riset Covid-19 yang terbesar.

Bambang mengatakan, pihaknya membagi program konsorsium riset dan inovasi Covid-19 menjadi lima klasifikasi. Yaitu, Pencegahan, Skrining dan Diagnosa, Obat & Terapi, Alat Kesehatan & Pendukung, Sosial Humaniora.

“UI merupakan salah satu anggota konsorsium dengan kontribusi yang signifikan. Ini tampak dari proposal yang diajukan UI lengkap memenuhi kelima bagian riset dan inovasi tersebut. UI bisa masuk ke dalam semua kategori, semua aspek yang terkait dengan Covid-19, tidak hanya di bidang kesehatan, melainkan bidang sosial humaniora juga dikover oleh UI,” kata Bambang.

Bambang Brodjonegoro menyampaikan bahwa pendanaan ini digalakkan dalam rangka mendukung upaya pencegahan, penyebaran, penularan dan/atau penanggulangan pandemi Covid-19 di Indonesia.

Kementerian Riset dan Teknologi/Badan Riset dan Inovasi Nasional, kata Bambang, berperan aktif dalam mengintegrasikan, menyelaraskan, mengoordinasikan, dan mensinergikan program riset dan inovasi guna menangani permasalahan Covid-19 ini.

Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan melaksanakan kegiatan penelitian, pengembangan, pengkajian dan penerapan (litbangjirap) yang dikoordinasikan oleh Konsorsium Riset dan Inovasi Covid-19.

“Melalui kegiatan litbangjirap yang dilaksanakan, diharapkan dapat menghasilkan produk-produk invensi dan inovasi yang dapat dimanfaatkan secara luas oleh masyarakat dalam rangka mencegah, mendeteksi, dan merespon pandemi Covid-19,” kata Bambang.

Pendanaan sebesar Rp 8,1 miliar tersebut akan digunakan oleh para peneliti dari 24 judul proposal riset dan inovasi guna percepatan penanganan Covid-19 dari berbagai fakultas di UI.

Adapun ke-24 judul proposal tersebut yakni, 1 judul untuk kategori Pencegahan, 3 judul untuk kategori Alat Kesehatan, 7 judul untuk kategori Obat dan Terapi, dan 13 judul untuk kategori Sosial Humaniora dan Public Health Modeling.

Pendanaan terbesar senilai Rp 1,9 miliar diperoleh kelompok peneliti dari Fakultas Kedokteran (FKUI) dengan judul penelitian “Penggunaan Umbilical Cord Mesenchymal Stem Cell Sebagai Terapi Pasien Dengan Covid-19 Pneumonia”. Kelompok ini diketuai oleh dr Erlina Burhan.

Beberapa judul proposal yang juga menerima pendanaan, yaitu Portable Device Sampling Virus Sars-Cov-2 Dari Droplet Dan Nafas Ekspirasi, Pengembangan Sistem Pengujian Antibodi Netralisasi pada Infeksi Virus Sars-Cov-2 Penyebab Covid-19, Pengaruh Terapi Klorokuin, Azitromisin dan Suplementasi Jambu Biji terhadap Eliminasi Virus Sars-Cov2 Dasbor Interaktif Berbasis Web-Gis untuk Memetakan Wilayah Kerawanan Covid-19, Sistem Informasi Covid-19 UI, Pengembangan Prototipe Powered Air Purifying Respirator untuk Tenaga Medik Penanganan Covid-19, dan Propolis Indonesia untuk Infeksi Covid-19.

Rektor UI Ari Kuncoro menyampaikan ucapan terima kasih atas dukungan Kemristek/BRIN kepada para peneliti UI dalam menghasilkan terobosan inovasi dan penelitian berkenaan Covid-19.

Kolaborasi ini, kta Ari Kuncoro, merupakan bentuk kolaborasi triple helix antara perguruan tinggi dengan pemerintah, yang semakin terbangun dengan baik.

“Di tengah situasi darurat akibat pandemi Covid-19, kata Ari Kuncoro, UI siap menghasilkan inovasi yang manjawab kebutuhan masyarakat Indonesia untuk menyelesaikan permasalahan Covid-19, dengan memberikan luaran produk/kajian dari peneliti UI.

“Riset dan inovasi UI, berangkat dari kebutuhan di tengah masyarakat dan diarahkan pada hasil yang dapat dipakai langsung di dalam penanganan Covid-19,” ujar Ari Kuncoro

Pada kesempatan yang sama, Wakil Rektor UI Bidang Riset dan Inovasi Abdul Haris menuturkan, proposal riset dan inovasi tersebut diajukan secara kolektif oleh Direktorat Inovasi dan Science Techno Park (DISTP UI) ke Kemenristek/BRIN.

“Kami sangat mengapresiasi semangat para peneliti UI dalam menghasilkan terobosan inovasi dan penelitian di tengah pandemik Covid-19. UI tengah menggencarkan riset guna kemandirian produksi dalam negeri akan alat kesehatan, obat-obatan dan terapi, serta penunjang kesehatan lainnya,” kata Abdul Haris.



Sumber: BeritaSatu.com