Hanya 25% Sampah Plastik yang Laku Dijual
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Hanya 25% Sampah Plastik yang Laku Dijual

Jumat, 12 Juni 2020 | 15:49 WIB
Oleh : Feriawan Hidayat / FER

Jakarta, Beritasatu.com - Berdasarkan penelitian yang dilakukan di beberapa tempat, hanya sekitar 25 persen sampah plastik yang laku dijual di pasar Indonesia. Sementara, 75 persen sampah plastik lainnya, terbukti mengganggu lingkungan.

Baca Juga: KLHK Dorong Produsen Aktif Kurangi Sampah Kemasan

"Saya melihat, dari plastik-plastik yang digunakan masyarakat sekarang, yang 75 persen itu bukan yang laku dijual atau dapat di daur ulang. Ini yang menjadi persoalan utama sampah di Indonesia,” ujar pengamat sampah dan dosen Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan Institut Teknologi Bandung (ITB), Prof Dr Ir Enri Damanhuri, dalam acara webinar bersama media, di Jakarta, Kamis (11/6/2020).

Prof Enri menjelaskan, jenis sampah plastik yang laku dijual seperti botol PET dan lain-lain, juga hanya mudah dijual di wilayah Jawa dan Bali. Namun, di sejumlah wilayah lainnya seperti Sumatera Utara (Sumut), Lombok (NTB), dan Palembang (Sumsel) misalnya, jenis sampah tersebut susah menjualnya karena tidak ada yang mengangkutnya. "Jadi semuanya dibuang ke lingkungan," jelasnya.

Prof Enri mencontohkan warga binaan yang ada di kawasan sekitar Danau Toba. Mereka kesulitan untuk membawa botol-botol PET yang laku dijual karena harus dibawa ke Medan. "Apalagi di masa-masa pandemi Covid-19 seperti saat ini, mereka malah sama sekali tidak bisa menjualnya," ucapnya.

Menurut Prof Enri, persoalan yang muncul dalam hal penanganan jenis sampah plastik ini, utamanya di daerah-daerah di luar Jawa dan Bali adalah bagaimana mendistribusikan fasilitas-fasilitas yang ada ke seluruh Indonesia hingga ke wilayah pelosok.

Baca Juga: Mulai 1 Juli, Jakarta Bebas Kantong Plastik Sekali Pakai

"Selama ini yang terjadi adalah, sampah plastik yang bisa terkumpul itu adanya di wilayah Jawa dan Bali. Begitu di tempat lain, susah membawa sampah plastik yang bisa dijual," tukasnya.

Mencermati kondisi tersebut, lanjut Prof Enri, sebagian besar plastik yang digunakan masyarakat saat ini bermasalah di lingkungan. Persoalannya, tidak semua industri yang memproduksi kemasan berbahan plastik mau menarik kembali sampahnya seperti yang dilakukan Danone-Aqua.

Prof Enri menyebutkan, Danone-Aqua memiliki kemauan dan membuat fasilitas yang bisa memproduksi produk-produknya agar ramah lingkungan. "Perusahaan yang lain itu bermasalah besar dan tidak peduli terhadap lingkungan. Ini yang membuat bertambah banyak plastik yang kita konsumsi itu menjadi masalah bagi lingkungan,” tandas Prof Enri.

Sementara itu, Sustainability Director Danone-Aqua, Karyanto Wibowo, mengatakan, laju daur ulang PET sekarang ini di Indonesia sekitar 62 persen. Angka tersebut, berdasarkan penelitian yang dilakukan Danone-Aqua bersama ITB dan beberapa lembaga lainnya.

Baca Juga: Pebisnis Diminta Lakukan Perubahan Sosial dan Lingkungan

"Tingginya laju daur ulang PET ini, karena mempunyai nilai recicleable atau mudah untuk di daur ulang. Industri daur ulang untuk PET itu pun relatif cukup banyak,” tandas Karyanto.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Temianus Magayang Bawa Senpi dan Amunisi Saat Ditangkap

Anggota kelompok kriminal bersenjata (KKB) bernama Temianus Magayang membawa senjata api rakitan yang dilengkapi amunisi saat ditangkap Satgas Nemangkawa

NASIONAL | 27 November 2021

KKB Temianus Magayang Terlibat Pembunuhan Staf KPU Yahukimo

Anggota KKB yang juga anggota KNPB Temianus Magayang yang ditangkap Satgas Nemangkawi terlibat kasus pembunuhan staf KPU Yahukimo, Hendrik Jovinski.

NASIONAL | 27 November 2021

Unhan dan PII Bentuk Badan Kejuruan Teknik Militer

Dengan kehadiran Badan Kejuruan Teknik Militer, penguasaan teknologi militer dan industri pertahanan di Indonesia dapat diakselerasi secara signifikan.

NASIONAL | 27 November 2021


Dudukkan Penangkapan Anggota MUI Secara Proporsional

Ridlwan Habib mengatakan, masyarakat hendaknya mendudukkan masalah penangkapan anggota Majelis Ulama Indonesia (MUI) atas dugaan kasus terorisme secara proporsional.

NASIONAL | 27 November 2021

Kabupaten Banggai Raih Piagam Penghargaan Pembangunan Daerah

Kabupaten Banggai menerima piagam penghargaan dalam ajang Penghargaan Pembangunan Daerah (PPD) 2021 yang digelar Kementerian PPN/ Bappenas.

NASIONAL | 27 November 2021

Sekolah Yayasan Kanaan Siap Hasilkan Lulusan Berkualitas

Berbekal SDM pendidik yang mumpuni serta berbagai fasilitas yang menunjang, sekolah-sekolah di bawah Yayasan Kanaan siap menghasilkan lulusan berkualitas.

NASIONAL | 27 November 2021

Yohanes Lon Jadi Guru Besar Unika Santo Paulus Ruteng

Rektor Universitas Katolik (Unika) Santo Paulus Ruteng, Prof Dr Yohanes Servatius Lon MA dikukuhkan sebagai guru besar bidang ilmu religi dan budaya.

NASIONAL | 27 November 2021

Revisi UU Ciptaker, Ini yang Harus Dilakukan Pemerintah-DPR

Terdapat sejumlah hal yang harus dilakukan pemerintah dan DPR dalam memperbaiki UU Cipta Kerja setelah diputus MK inkonstitusional bersyarat.

NASIONAL | 27 November 2021

Milad Ke-64, Uhamka Pertahankan Akreditasi Institusi A

Uhamka berhasil mempertahankan akreditasi institusi A tahun ini

NASIONAL | 27 November 2021


TAG POPULER

# UFO


# Ezra Walian


# Varian Covid-19


# Ralf Rangnick


# Aliran Dana Teroris



TERKINI
Liverpool Bantai Southampton 4-0 di Anfield

Liverpool Bantai Southampton 4-0 di Anfield

BOLA | 4 jam yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings