Tanam Ganja di Kamar Mandi, Petani di Kepahiang Diamankan Polisi

Tanam Ganja di Kamar Mandi, Petani di Kepahiang Diamankan Polisi
Ilustrasi pohon ganja. (Foto: Istimewa)
Usmin / LES Jumat, 12 Juni 2020 | 16:15 WIB

Bengkulu, Beritasatu.com - Seorang petani berinisial BS (34), warga Keban Agung, Kabupaten Kepahiang, Bengkulu, diamankan anggota Polsek setempat, karena menanam pohon ganja di pot bunga di kamar mandi rumahnya.

Kabid Humas Polda Bengkulu, Kombes Pol Sudarno, di Bengkulu, Jumat (12/6/2020) membenarkan hal tersebut. "Anggota Polsek Kepahiang berhasil meringkus BS karena kedapatan menanam ganja di pot bunga di kamar mandi rumahnya," ujarnya.

Dijelaskan, tersangka BS dan barang bukti tanaman ganja di pot bunga yang terbuat dari kaleng cat bekas, telah diamankan di Mapolres Kepahiang untuk kepentingan proses hukum selanjutnya.

"Sekarang tersangka BS berikut barang bukti tanaman ganja di pot bunga dari kaleng cat bekas sudah kita amankan di Mapolres Kepahiang untuk proses hukum selanjutnya," ujar Kombes Pol Sudarno.

Penangkapan warga Desa Keban Agung, Kabupaten Kepahiang, BS yang menanam ganja di kamar mandi berawal dari laporan masyarakat setempat. Mendapat laporan tersebut, anggota Polsek Kepahiang langsung bergerak menuju lokasi sasaran.

Dari hasil penyelidikan diketahui identitas warga yang menanam ganja di kamar mandi tersebut. Selanjutnya anggota Polsek Kepahiang bergerak ke lokasi kejadian perkara (TKP) membekuk tersangka BS.

Dari hasil pengeledahan di rumah tersangka BS, polisi berhasil menemukan barang bukti 3 buah pot berisi 5 batang tanaman ganja dengan ukuran setinggi 5 centimeter.

Selanjutnya tersangka berikut barang bukti langsung di gelandang ke Mapolres Kepahiang untuk menjalani pemeriksaan secara intensif untuk kepentingan proses hukum selanjutnya. Hasil pemeriksaan BS akan dikembangkan untuk mengungkapkan apakah ada tersangka lain terlibat dalam menanam ganja tersebut.

"Hasil pemeriksaan BS akan kita kembangkan di lapangan guna mengungkapkan dari mana tersangka mendapatkan bibit tanaman haram tersebut. Jika barang didapatnya dengan cari membeli, maka kita akan mengejar penjual bibit ganja tersebut," ujar Kombes Sudarno.

 



Sumber: BeritaSatu.com