Menlu: Solidaritas Nasional Kunci Hadapi Covid-19

Menlu: Solidaritas Nasional Kunci Hadapi Covid-19
Retno Marsudi. (Foto: Antara)
Robert Wardy / YS Jumat, 12 Juni 2020 | 16:37 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi mengemukakan, solidaritas nasional adalah kunci menghadapi wabah Covid-19.

Alasannya, dunia sekarang ini berada dalam ketidakpastian. Semua negara bekerja untuk menyelamatkan diri masing-masing agar selamat dari penyebaran Covid-19.

“Situasi dunia ke depan sangat cair. Diperlukan soliditas nasional. Jika kita terpecah sulit untuk menjadi bangsa pemenang,” kata Retno dalam diskusi virtual bertema “Tren Geopolitik Dunia di Tengah Covid-19” di Jakarta, Jumat (12/6/2020).

Ia menjelaskan, saat ini, hubungan antarnegara terganggu akibat Covid-19. Semua komunikasi, hubungan, pertemuan, dan kerja sama dengan negara lain terhenti. Semua negara juga menutup batas masing-masing dan belum mau menerima kunjungan dari negara lain.

Dalam kondisi seperti ini, sudah saatnya Indonesia tidak boleh bergantung pada negera lain. Dalam penemuan vaksin Covid-19 pun, Indonesia bersifat mandiri. Artinya, Indonesia mengembangkan penelitian dan pengujian sendiri.

“Kita tingkatkan optimalisasi untuk kurangi ketergantungan dengan negara lain. Bangsa yang bisa beradaptasi dalam situasi sekarang akan keluar sebagai pemenang. Mari kita solid dan bersatu,” ujar Retno.

Menurutnya, situasi ke depan sangat tidak pasti. Ketidakpastian diperparah karena saat ini dunia sedang dibawa menuju prinsip unilater. Prinsip ini terutama dikembangkan oleh Amerika Serikat dan Tiongkok. Pengembangan prinsip ini membawa implikasi negara besar dan kaya akan menindas negara miskin dan berkembang.

Dalam kondisi tersebut, Indonesia tetap pada semangat untuk menjaga prinsip multilater. Indonesia terus coba menggalang kekuatan dengan negara-negara lain yang sejalan agar menjaga prinsip unilater atau kebersamaan.

“Indonesia tetap mendorong multilater diperkuat. Tanpa multilateral, yang rugi adalah negara miksin dan berkembang,” tutur Retno.



Sumber: Suara Pembaruan