LSI Denny JA: Publik Lebih Cemas Kondisi Ekonomi daripada Virus
Logo BeritaSatu
INDEX

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-4)   |   COMPOSITE 5975 (-54)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-17)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (-0)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-16)   |   IDXHIDIV20 416 (-2)   |   IDXINDUST 956 (-20)   |   IDXINFRA 871 (-2)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-4)   |   IDXPROPERT 877 (-10)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-2)   |   IDXTECHNO 3348 (-19)   |   IDXTRANS 1056 (-5)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-10)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-5)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-2)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

LSI Denny JA: Publik Lebih Cemas Kondisi Ekonomi daripada Virus

Jumat, 12 Juni 2020 | 17:00 WIB
Oleh : Carlos KY Paath / YS

Jakarta, Beritasatu.com - Kecemasan publik terhadap kesulitan ekonomi kini melampaui krisis kesehatan akibat pandemi Covid-19.

Demikian salah satu temuan dan analisis Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA yang dirilis secara daring di Jakarta, Jumat (12/6/2020).

Penelitian itu menggunakan metode kualitatif dengan kajian data sekunder seperi dari Gallup Poll, Worldometer, serta riset ekperimental Denny JA dan Eriyanto.

“Sekarang kondisinya, masyarakat lebih mencemaskan konteks ekonomi, ketimbang takut terhadap Covid-19,” ungkap peneliti LSI Denny JA, Rully Akbar.

Ia menuturkan, perubahan terjadi di Amerika Serikat (AS) berdasarkan data Gallup Poll. Pada 6-12 April 2020, kekhawatiran atas virus mencapai 57%, sedangkan ekonomi hanya 49%. Sementara pada 11-17 Mei, kecemasan terhadap virus justru menjadi 51%, dan ekonomi naik di angka 53%.

Rully menambahkan, konteks di Indonesia, publik yang mengkhawatirkan kondisi ekonomi sebesar 67,4%, dan terpapar virus hanya 25,3%. Voxpopuli mengadakan survei via telepon terhadap 1.200 responden di lapangan pada 26 Mei-1 Juni 2020. Rully pun mengungkap data studi ekperimental kolaborasi Denny JA dan Eriyanto.

“Secara kesimpulan, hasil studi eksperimental hampir mirip dengan dua data sebelumnya. Tingkat ketakutannya lebih tinggi di kalangan responden ketika diberikan informasi mengenai konteks ekonomi ketimbang Covid-19,” ujar Rully.

Ia menyebutkan, riset yang dilakukan LSI Denny JA menemukan lima alasan.

Pertama, meluasnya berita kisah sukses banyak negara. Cukup massif berita media konvensional ditambah media sosial memberitakan banyak negara sudah melampaui puncak pandemik. Virus corona di negara tersebut relatif bisa dikendalikan, walau vaksin belum ditemukan.

Negara yang sering diberitakan sukses adalah Selandia Baru, Jerman, Hong Kong, dan Korea Selatan. Walau vaksin belum tersedia, contoh kongkret negara yang sukses itu sudah cukup mengurangi kecemasan atas virus. Apalagi diberitakan pula kegiatan ekonomi di negara tersebut secara bertahap mulai hidup lagi. Berita ini sampai meluas kepada publik Indonesia baik melalui media konvensional ataupun media sosial.

Kedua, meluasnya kemampuan protokol kesehatan dalam mengurangi tingkat pencemaran virus corona. Social distancing, cuci tangan, masker adalah tiga cara paling populer dalam protokol kesehatan itu. Terbentuk pesan kuat, walau vaksin belum ditemukan, manusia punya alat lain untuk melawan, untuk melindungi diri.

Ditemukannya protokol kesehatan yang efektif ini juga mengurangi tingkat kecemasan. Tidaklah benar kita sama sekali tak berdaya menghadapi virus walau vaksin belum ditemukan.

Ketiga, di sisi lain, tabungan ekonomi umumnya publik luas semakin menipis. Semakin lama berlakunya lockdown, pembatasan sosial, ditutupnya aneka dunia usaha, semakin berkurang kemampuan ekonomi rumah tangga. Saat kecemasan atas terpapar virus corona menurun, kecemasan atas kesulitan ekonomi meninggi. Terutama dirasakan di lapisan menengah bawah, apalagi sektor informal, bayangan akan kesulitan ekonomi, bahkan kelaparan terasa lebih mengancam dan kongkret.

Keempat, jumlah warga yang secara kongkret terkena kesulitan ekonomi jauh melampaui jumlah warga yang terpapar virus corona. Menaker melaporkan jumlah PHK ditambah yang dirumahkan hingga Juni 2020 sekitar 1,9 juta orang. Sementara Asosiasi Pengusaha Indonesia melaporkan, jumlah yang lebih banyak lagi karena juga menghitung sektor informal. Total yang di PHK sudah 7 juta warga. Hingga 11 Juni 2020, dari data Worldometer, yang terpapar virus corona di Indonesia kurang dari 35.000 warga. Yang wafat karena virus corona kurang dari 2.000 warga.

Kelima, hingga Juni 2020, semakin hari grafik yang terpapar, apalagi yang wafat karena virus corona semakin landai dan menurun. Sebaliknya, grafik kesulitan ekonomi, diukur dari yang di PHK, yang mengambil pesangon Jamsostek bertambah dari bulan ke bulan. Grafik ini ikut juga membuat kecemasan atas terpapar virus corona melemah, sementara kecemasan atas virus ekonomi meninggi.



Sumber: Suara Pembaruan


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Transisi New Normal, Pertamina Tetap Jalankan Protokol Kesehatan di SPBU

Jika ada pihak SPBU yang tidak mematuhi protokol tersebut, konsumen dapat melaporkannya ke kontak Pertamina 135.

NASIONAL | 12 Juni 2020

1.600 Anak Tenaga Kesehatan Jateng Dapat Prioritas PPDB

Pemberian jalur khusus itu sebagai bentuk apresiasi kepada tenaga kesehatan di Jateng.

NASIONAL | 12 Juni 2020

Papua Penyempurna Indonesia, Kasus Floyd Tak Boleh Dikaitkan ke Indonesia

Hendra menyebut pembangunan di Papua yang masih terus dilakukan oleh pemerintah.

NASIONAL | 12 Juni 2020

DPR Dukung Pertamina Jadi Perusahaan Migas Kelas Dunia

Perombakan jajaran direksi diharapkan bisa membuat kinerja Pertamina lebih sehat dan produktif.

NASIONAL | 12 Juni 2020

Forum Purnawirawan TNI/Polri Minta RUU HIP Dicabut

Manuver politik para penyusup yang terkini dengan mengangkat RUU Haluan Ideologi Pancasila (HIP) dan menolak mencantumkan TAP MPRS XXV/1966 jadi konsideran.

NASIONAL | 12 Juni 2020

Polisi Bekuk Tersangka Kedua Kasus ABK Lompat ke Laut

Polda Kepri menangkap pelaku kedua dalam dugaan tindak pidana TPPO dua ABK Fu Lu Qing Yuan Yu 901 yang terjun ke Selat Malaka.

NASIONAL | 12 Juni 2020

Eks Menpora Imam Nahrawi Dituntut 10 Tahun Penjara

Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi dituntut hukuman 10 tahun penjara dan denda Rp 500 juta subsider 6 bulan kurungan.

NASIONAL | 12 Juni 2020

Frekuensi Perjalanan KA di Sumut Ditingkkatkan

Setiap penumpang kereta api lokal diharuskan dalam kondisi sehat.

NASIONAL | 12 Juni 2020

Menlu: Solidaritas Nasional Kunci Hadapi Covid-19

“Situasi dunia ke depan sangat cair. Diperlukan soliditas nasional. Jika kita terpecah sulit untuk menjadi bangsa pemenang."

NASIONAL | 12 Juni 2020

Pangsa Kasus Baru Covid-19 di 10 Provinsi Capai 74%

Jumlah penambahan kasus positif Covid-19 di Indonesia masih tergolong tinggi yakni 1.111. Sebanyak 74 persen atau sekitar 830 kasus di antaranya "disumbangkan"

NASIONAL | 12 Juni 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS