Tiga dari Empat Tahanan Covid-19 yang Kabur dari RS Bhayangkara Ditangkap

Tiga dari Empat Tahanan Covid-19 yang Kabur dari RS Bhayangkara Ditangkap
Satu orang tahanan Covid-19 atas nama Erol Menanti yang sempat kabur dari RS Bhayangkara beberapa waktu lalu akhirnya ditangkap. (Foto: istimewa)
Robert Vanwi Isidorus / CAH Jumat, 12 Juni 2020 | 17:33 WIB

Jayapura, Beritasatu.com – Personil gabungan berhasil mengamankan satu orang tahanan yang terinfeksi Covid-19 atas nama Erol Menanti yang sempat kabur dari RS Bhayangkara beberapa waktu lalu. Penangkapan terjadi, Kamis (11/6/2020) sekitar pukul 21.00 WIT bertempat di Daerah Kertosari, Distrik Sentani Barat Kabupaten Jayapura tepatnya di rumah keluarga,

“Tim gabungan menerima informasi dari masyarakat bahwa salah satu tahanan Covid-19 yang sempat kabur dari RS Bhayangkara berada di Daerah Kertosari, Distrik Sentani Barat. Mendapat informasi tersebut personil gabungan bersama URC Covid-19 langsung mendatangi tempat yang di maksud untuk mengamankan tahanan,” ujar Kabid Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol Drs. Ahmad Musthofa Kamal SH kepada wartawan, Jumat (12/6/2020) sore.

Pukul 21.00 WIT Tim gabungan bersama URC Covid-19 tiba di rumah keluarga dan langsung mengamankan tahanan. Selanjutnya tim gabungan membawa tahanan tersebut ke RS Bhayangkara untuk mendapat perawatan lebih lanjut.

Untuk diketahui, Rabu tanggal 10 Juni 2020 pukul 12.30 WIT, 4 orang tahanan Covid-19 melarikan diri dengan cara membobol teralis jendela ruangan RS Bhayangkara. Tahanan yang melarikan diri Melfin Numberi alias Efin (telah ditangkap), Israel Welem Torati (telah ditangkap), Herol Siko Menanti (telah ditangkap), Maxi l. Windey (belum ditangkap).

Baca Juga4 Tahanan Positif Covid-19 Melarikan Diri dari RS Bhayangkara di Jayapura

Kabid Humas menyayangkan aksi keempat tahanan tersebut.  “Jangan sampai virus tersebut menyebar ke seluruh keluarga, rekan-rekan, sahabat dan saudara. Di sisi lain pemerintah tengah gencar-gencarnya memutus penyebaran Covid-19,” ujarnya yang mengaku saat melakukan penangkapan tim menggunakan APD lengkap karena tahanan yang kabur merupakan pasien Covid-19 di RS Bhayangkara.

Ditambahkan Kabid Humas, keberadaan satu tahanan yang belum ditangkap sangat meresahkan dan mengancam jiwa masyarakat lainnya karena dapat menyebarkan virus Covid-19.

"Untuk itu kami  mengimbau kepada kepada seluruh masyarakat yang mengetahui keberadaan satu tahanan agar dapat menghubungi Pos-pos Polisi terdekat guna dilakukan penanganan lebih lanjut,” tandasnya.



Sumber: BeritaSatu.com