Puluhan Kilometer Jalan Negara di Muarojambi Rusak Berat

Puluhan Kilometer Jalan Negara di Muarojambi Rusak Berat
Gubernur Jambi, Fachrori Umar (dua dari kiri) ketika menunjau kondisi ruas jalan yang belum diaspal di ruas jalan Simpang Panerokan - Sungaibahar, Kabupaten Muarojambi, Provinsi Jambi,Mei 2020. (Foto: Suara Pembaruan / Radesman Saragih)
Radesman Saragih / JEM Senin, 15 Juni 2020 | 11:43 WIB

Jambi, Beritasatu.com - Pandemi virus corona (Covid-19) yang berpengaruh besar terhadap kesulitan keuangan daerah menyebabkan pemerintah di daerah tak bisa memperbaiki berbagai kerusakan sarana dan prasanan umum di wilayah ini. Salah satunya adalah kerusakan ruas jalan negara di Provinsi Jambi terus bertambah.

Salah satu ruas jalan negara yang rusak berat dan tidak mendapat perbaikan selama pandemi Covid-19, yakni ruas jalan produksi perkebunan dan jalan lintas Simpang Panerokan – Sungaibahar, Kabupaten Muarojambi sekitar 50 kilometer (km).

Bupati Muarojambi, Masnah Busro di Muarojambi, Provinsi Jambi, Senin (15/6/2020) menjelaskan, kerusakan ruas jalan produksi Simpang Panerokan – Sungaibahar sudah sering dilaporkan warga masyarakat kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Muarojambi. Namun karena ruas jalan tersebut berstatus jalan provinsi, penanganan kerusakan jalan tersebut wewenang Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jambi.

“Kami sudah menyampaikan kerusakan jalan ini kepada Pemprov Jambi. Saya dan Gubernur Jambi, Fachrori Umar sudah meninjau kerusakan jalan tersebut pekan lalu. Harapan kami kerusakan jalan tersebut segera diperbaiki agar pengangkutan hasil perkebunan di daerah ini tidak terganggu,”katanya.

Sementara itu, Fachrori Umar ketika meninjau kerusakan jalan tersebut mengatakan, keternatasan anggaran pembangunan daerah selama pandemi Covid-19 menyebabkan perbaikan kerusakan jalan tersebut terlambat. Perbaikan seluruh kerusakan jalan di Jambi, termasuk Simpang Panerokan – Sungaibahar, Muarojambi akan diupayakan sesegera mungkin setelah kondisi pandemi Covid-19 normal.

Dikatakan, sebenarnya Pemprov Jambi sudah menyiapkan Rp 25,5 miliar untuk perbaikan kerusakan jalan Simpang Panerokan – Sungaibahar tahun ini. Sekitar Rp 11 miliar dana tersebut bersumber dari APBD Provinsi Jambi dan Rp 13,5 miliar bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK).

"Kami telah mengalokasikan anggaran perbaikan jalan Simpang Panerokan – Sungaibahar dari APBD dan DAK. Namun karena adanya pemotongan anggaran dari Pemerintah Pusat, maka alokasi DAK 2020 dibatalkan. Tahun 2021 akan kami usulkan kembali DAK untuk penanganan ruas jalan simpang Panerokan - Sungai Bahar sebesar Rp 40 miliar rupiah,”katanya. 



Sumber: BeritaSatu.com