Gandeng Facebook, UI Sinergikan Big Data untuk Riset Covid-19

Gandeng Facebook, UI Sinergikan Big Data untuk Riset Covid-19
Ilustrasi Universitas Indonesia. (Foto: Antara)
/ WBP Selasa, 16 Juni 2020 | 08:45 WIB

Depok, Beritasatu.com - Universitas Indonesia (UI) menjalin kerja sama dengan Facebook Indonesia dalam pemanfaatan big data (mahadata) dalam menganalisis situasi terkini masyarakat di tengah pandemik Covid-19.

Rektor UI, Ari Kuncoro dalam keterangannya, Selasa (16/6/2020) mengatakan Facebook merupakan mitra yang mendukung para peneliti UI dalam menghasilkan riset dan inovasi terkini di tengah pandemi dan pembelajaran secara daring. "Pemanfaatan big data memiliki peran penting dalam menganalisis situasi terkini terkait situasi COVID-19 di masyarakat," ujarnya.

Baca juga: Menteri Ristek/BRIN: Kontribusi Riset Covid-19 UI Lengkap dan Signifikan

UI siap memberikan sumbangsih pemikiran mengenai dampak kebijakan yang diambil pemerintah dengan penggunaan big data. Adapun bigdata  tersebut dimanfaatkan oleh para peneliti lintas fakultas di UI yang tergabung dalam Tim Sinergi Mahadata UI Tanggap Covid-19 di bawah koordinasi Direktorat Inovasi dan Science Techno Park Universitas Indonesia (DISTP UI). "Data yang UI gunakan merupakan data yang sifatnya sudah publik, serta data controlled access yang telah dibuka oleh Facebook untuk UI," katanya.

Mahadata Facebook bermanfaat bagi para peneliti UI yang tengah gencar melakukan studi mengenai Covid-19. Pengintegrasian data ke dalam kajian riset dan inovasi UI diharapkan mampu membawa kesuksesan Indonesia di dalam mengatasi pandemi.

Sejumlah fakultas di UI yang akan memanfaatkan mahadata tersebut di antaranya adalah Fakultas Kedokteran (FKUI), Fakultas Teknik (FTUI), Fakultas Psikologi (FPsi UI), Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA UI), Fakultas Ilmu Administrasi (FIA UI), Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM UI), Fakultas Ilmu Komputer (Fasilkom UI), dan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB UI).

Sementara itu Wakil Rektor UI Bidang Riset dan Inovasi, Abdul Haris mengatakan dengan adanya big data, maka hasil kajian, riset dan inovasi UI diharapkan lebih komprehensif dan mampu memprediksi dengan lebih akurat berkenaan perkembangan situasi Covid-19.



Sumber: ANTARA