BUMN Rangkul UMKM Melalui Pasar Digital

BUMN Rangkul UMKM Melalui Pasar Digital
Direktur Utama PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk Ririek Adriansyah ketika menghadiri peresmian PaDi UMKM, Senin (15/6/2020). (Foto: Istimewa)
Jayanty Nada Shofa / JNS Selasa, 16 Juni 2020 | 09:17 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir secara resmi melakukan kick off program PaDi UMKM (Pasar Digital UMKM) melalui aplikasi video conference CloudX pada Senin (15/6/2020).

Melalui PaDi UMKM, Kementerian BUMN berupaya untuk memperkuat usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) dalam menjalankan roda perekonomian dengan memanfaatkan teknologi ICT. Terlebih, tercatat UMKM memiliki kontribusi sebesar 60 persen pada produk domestik bruto (PDB) nasional.

Adapun platform digital PaDi UMKM ini mempertemukan UMKM dengan BUMN untuk mengoptimalkan, mempercepat dan mendorong efisiensi transaksi belanja BUMN pada UMKM.

Platform ini juga diharapkan dapat memperluas dan mempermudah UMKM mendapatkan akses pembiayaan. Pihak kementerian juga dapat lebih mudah melakukan monitoring belanja BUMN terhadap UMKM.

Dalam PaDI UMKM, PT Telkom Indonesia (Persero) berperan sebagai Data Centralized Aggregator termasuk B2B (business-to-business) PaDi UMKM.

Delapan BUMN lainnya yakni PP, Waskita, Wika, Pupuk Indonesia, Pertamina, BRI, Pegadaian, dan PNM akan bertindak sebagai Top Pilot pada delapan kelompok kegiatan UMKM, termasuk Rumah Kreatif BUMN (RKB) dan Community Development Center (CDC) masing-masing BUMN.

BRI, Pegadaian dan PNM juga akan bertindak sebagai lembaga pembiayaan.

"Situasi Covid-19 ini membawa dampak yang cukup signifikan terhadap sektor UMKM. Berbeda kondisinya pada tahun 1998 di mana UMKM justru dapat bertahan. Oleh karenanya, demi membantu sektor UMKM, kepada BUMN agar belanja sampai dengan Rp 14 miliar diprioritaskan pada sektor UMKM," ungkap Menteri Erick.

Platform PaDi UMKM, lanjut Erick, dapat memperluas channel UMKM dan membantu mereka beradaptasi dengan tatanan hidup baru (new normal) melalui transaksi digital.

Kontribusi BUMN yang akan dimonitor melalui platform PaDi UMKM meliputi info penjualan UMKM (gathering info seller UMKM), enabler e-commerce dengan mengintegrasikan marketplace, B2B store, menerima data hasil e-procurement BUMN, serta memudahkan monitoring baik untuk kontribusi BUMN belanja ke UMKM ataupun penyaluran fasilitas permodalan atau pembiayaan UMKM.

PaDi UMKM ini diharapkan dapat merangkul 17.000 UMKM yang saat ini bernaung di bawah delapan BUMN.

Dirut Telkom Ririek Ardiansyah menyatakan Telkom berkomitmen penuh dalam menyukseskan program pemerintah khususnya Kementerian BUMN untuk mendorong inklusi digital UMKM.

“Sejalan dengan fokus pemerintah untuk terus memastikan UMKM tetap tumbuh dan produktif, Telkom, melalui infrastruktur dan layanan ICT, siap memastikan kesuksesan PaDi UMKM. Semoga ini dapat terus memajukan roda perekonomian Indonesia ke depan," ungkapnya.

Peresmian program ini diikuti oleh para para direktur utama dari BUMN terkait. Dari Telkom dihadiri oleh Dirut Ririek Adriansyah dan Direktur Strategic Portfolio Achmad Sugiarto.

Acara dilanjutkan dengan penandatanganan nota kesepahaman secara digital yang difasilitasi oleh PERURI dan Privy.id yang merupakan salah satu start up binaan anak usaha Telkom.



Sumber: BeritaSatu.com