Penyaluran Bansos di Jabar Terlambat karena Kekurangan Telur dan Makanan Kaleng
Logo BeritaSatu
INDEX

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-4)   |   COMPOSITE 5975 (-54)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-17)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (-0)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-16)   |   IDXHIDIV20 416 (-2)   |   IDXINDUST 956 (-20)   |   IDXINFRA 871 (-2)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-4)   |   IDXPROPERT 877 (-10)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-2)   |   IDXTECHNO 3348 (-19)   |   IDXTRANS 1056 (-5)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-10)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-5)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-2)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Penyaluran Bansos di Jabar Terlambat karena Kekurangan Telur dan Makanan Kaleng

Selasa, 16 Juni 2020 | 17:16 WIB
Oleh : Adi Marsiela / LES

Bandung, Beritasatu.com - Asisten Administrasi Provinsi Jawa Barat, Dudi Sudrajat Abdulrachim mengakui adanya keterlambatan penyaluran bantuan sosial (bansos) tahap I bagi mereka yang terdampak pandemi Covid-19. Kelambatan ini meliputi keluarga penerima bansos yang namanya masuk pada Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) dan data non DTKS.

“Keterlambatan menurut saya luar biasa, tapi kita inginnya sempurna,” ujar Dudi dalam konferensi pers di Bandung, Selasa (16/6/2020).

Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Provinsi Jawa Barat menargetkan penyaluran bansos tahap I bagi 445,339 keluarga yang tercantum di DTKS dan 1,467,375 keluarga di data non DTKS bisa selesai sebelum Idul Fitri 1441 Hijriah lalu. Namun hingga tiga pekan lepas hari raya, penyaluran itu belum tuntas.

Setiap paket bansos, yang pengadaannya memanfaatkan anggaran Provinsi Jawa Barat, itu jika dinominalkan mencapai Rp 500.000 dalam penyalurannya, bantuan itu direalisasikan dalam bentuk tunai Rp 150.000 serta paket makanan senilai Rp 350.000 berupa 16 bungkus mie instan, beras 10 kilogram, vitamin C, minyak goreng dua liter, telur dua kilogram, gula pasir satu kilogram, dan empat makanan kaleng buat setiap keluarga. Penyalurannya diproyeksikan selama empat bulan sejak April hingga Juli 2020.

Dudi memaparkan, target penerima bansos DTKS itu mencapai 445.339 keluarga, sedangkan yang data non DTKS mencapai 1.467.375 keluarga. Berdasarkan data sementara, ungkap Dudi, Perum Bulog sudah mendistribusikan 395.637 paket DTKS dan 1.325.942 paket non DTKS ke titik-titik penghubung PT Pos Indonesia yang bakal mengantarkannya ke penerima.

“Dari Bulog untuk paket DTKS itu sudah 100 % dikirim ke hub PT Pos. sementara untuk yang non DTKS baru 94,6%. Dari Bulog (distribusi) ke hub PT Pos butuh waktu dua hari sebelum sampai ke sasaran di rumah-rumah,” ungkap Dudi.Sementara berdasarkan laporan PT Pos Indonesia, penyaluran buat paket DTKS sudah mencapai 98% dan penyaluran paket non DTKS baru mencapai 71,6%. Dudi menjelaskan, PT Pos Indonesia meminta pengunduran waktu penyaluran. Hal ini seiring kelangkaan telur dan makanan kaleng sarden.

“Setelah Lebaran di Cirebon itu kekurangan komoditas telur. Satu minggu kemudian, kami dapat informasi kekurangan sarden. Satu komoditas kurang saja, terhambat penyaluran,” imbuh Dudi sembari menambahkan distribusi yang terhambat untuk keluarga di Kabupaten Tasikmalaya, Garut, Bogor, dan Sukabumi.

Kedua komoditas itu, sambung Dudi, baru tersedia kembali pada aawal pekan ini sehingga waktu penyaluran ke keluarga yang berhak itu baru bisa selesai seluruhnya pada Kamis, 18 Juni 2020. “Jadi tanggal 19 Juni 2020 baru bisa rekonsiliasi data yang terkirim seluruhnya,” tutur Dudi.

Pemerintah Provinsi Jawa Barat mengalokasikan anggaran hingga Rp 746 miliar untuk penyaluran bansos ini. Dudi menjelaskan, hingga 15 Juni 2020, realisasi anggaran yang dipergunakan untuk pemberian bansos ini sudah mencapai Rp 159 miliar. “Saldo masih ada Rp 586 miliar atau baru digunakan 21,43 persen. Kalau sudah selesai baru kita bayar,” imbuh Dudi.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Ketua DPR Minta Pemerintah Susun Protokol Teknis Belajar-Mengajar di Sekolah

Puan Maharani meminta agar Pemerintah segera bertindak cepat menyusun protokol teknis penyelenggaraan sekolah.

NASIONAL | 16 Juni 2020

Saat Pandemi, SLRT Kawal Bansos di Bandung Barat

Selama pandemi Covid-19 ini, jumlah keluhan masyarakat yang dilayani SLRT meningkat. Jika biasanya hanya 20, kini bisa mencapai 30 - 40 keluhan.

NASIONAL | 16 Juni 2020

Eks Bendum Demokrat M Nazaruddin Bebas

M Nazaruddin, terpidana kasus korupsi Wisma Atlet Hambalang itu mendapat Cuti Menjelang Bebas dari lapas khusus koruptor tersebut.

NASIONAL | 16 Juni 2020

New Normal, Perjudian Naik 100 Persen

Kasus perjudian selama masa new normal naik 52 kasus atau setara 100 persen.

NASIONAL | 16 Juni 2020

Bawaslu Akan Awasi Penerapan Protokol Covid-19 Saat Pilkada

Bawaslu akan mengawasi penerapan protokol Covid-19 saat Pemilihan Kepala Daerah (pilkada) Serentak 2020.

NASIONAL | 16 Juni 2020

Dijanjikan Kerja Pabrik, ABK Lompat ke Laut Bayar Rp 50 juta

Diimingi gaji sebesar Rp 25 juta sampai Rp 50 juta untuk kerja di pabrik, pekerja migran Indonesia malah dijadikan ABK di kapal penangkap ikan.

NASIONAL | 16 Juni 2020

Indeks Perilaku Antikorupsi Membaik, Ini Respons KPK

KPK menilai capaian IPAK 2020 mencerminkan berjalannya strategi pencegahan korupsi yang dilakukan seluruh pihak terkait.

NASIONAL | 16 Juni 2020

Pesawat Jatuh, TNI AU Minta Maaf

TNI Angkatan Udara meminta maaf kepada warga yang rumahnya rusak akibat tertimpa jet tempur Hawk skuadron udara 12 Lanud Rusmin Nuryadin.

NASIONAL | 16 Juni 2020

Pilkada Serentak di Jateng Diawasi 6.245 Pengawas Adhoc

Pengawas adhoc (sementara) untuk Pilkada Serentak di Jawa Tengah itu terdiri dari 1.029 Panwaslu Kecamatan dan 5.216 Panwaslu Desa/Kelurahan.

NASIONAL | 16 Juni 2020

ASN Dua Shif, Begini Pengaturan Waktunya

PNS yang bekerja di kantor atau work from office diberlakukan jam kerja dua shift. Selisih waktu antara shift pertama dan kedua adalah tiga jam.

NASIONAL | 16 Juni 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS