Dampak Covid-19, PAD DIY Menurun Drastis

Dampak Covid-19, PAD DIY Menurun Drastis
Ilustrasi pajak (Foto: Istimewa)
Fuska Sani Evani / JEM Rabu, 17 Juni 2020 | 15:23 WIB

Yogyakarta, Beritasatu.com - Pemerintah DI Yogyakarta (DIY) gagal mencapai target pemasukan daerah yang bersumber dari pendapatan asli daerah (PAD) di triwulan pertama dan kedua, atau hanya mampu mencatatkan 50 persen dari target PAD 2020 yang mencapai Rp 6,2 triliun.

Pemda DIY juga tengah merombak Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD), karena beberapa perencanaan awal harus diubah, termasuk mengedepankan pembangunan sumber daya manusia (SDM) dibanding proyek fisik.

Kepala BPKAD DIY, Bambang Wisnu Handoyo, mengungkapkan anggaran Belanja Tak Terduga (BTT) Pemda DIY banyak dipangkas dan dialokasikan ke penanganan Covid-19.

Secara otomatis hal itu berpengaruh terhadap postur Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) DIY.

Fokus dalam penataan ulang RPJMD tersebut selain pembangunan SDM juga akan fokus terlebih dahulu pada bidang pariwisata.

Target PAD sektor pariwisata khususnya yang bersumber dari pendapatan retribusi terbilang rendah hanya 10 hingga 15 persen pengaruhnya terhadap PAD Pemda DIY, namun termasuk dalam komponen penting karena tidak berdiri sendiri, melainkan juga menyentuh sektor ekonomi lainnya.

Sedang BTT, selanjutnya dapat digunakan untuk menyelenggarakan program perencanaan dan pembangunan untuk mendukung Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Pemda DIY.

Dikatakan, jika banyak program yang harus berhenti, otomatis kegiatan yang mampu menyumbang PAD sesuai target RPJMD juga akan terbengkalai.

"Pendapatan akan berkurang. Karena banyak pemangkasan program dan anggaran," katanya Selasa (16/06/2020).

Penurunan PAD Pemda DIY pada triwulan pertama mencapai Rp 998 miliar dari target Pendapatan Asli Daerah (PAD)mencapai Rp 2,1 triliun, sedang target keseluruhan pendapatan daerah dari berbagai sumber mencapai Rp 6,2 triliun.

Proses recovery dan pembangunan kembali perekonomian pasca pandemi Covid-19, membutuhkan waktu yang panjang, sedangkan postur APBD Pemda DIY saat ini sudah tidak lagi proporsional.

“Penurunannya hanya dari PAD saja, juga terjadi pada Dana Perimbangan, turun Rp 250 sampai Rp 350 miliar itu secara keseluruhan dari sub elemen Dana Alokasi Khusus (DAK) dan lain-lain,"katanya.

Sedang dana perimbangan APBD DIY 2020 mencapai Rp 2,5 triliun, dengan demikian, Pemda DIY harus segera melakukan gerak cepat dan evaluasi.



Sumber: BeritaSatu.com