Aceh Bangun 4.226 Rumah Layak Huni untuk Warga Tak Mampu

Aceh Bangun 4.226 Rumah Layak Huni untuk Warga Tak Mampu
Penyerahan serah terima kunci rumah oleh Dinas Perkim Aceh kepada penerima bantuan di Aceh Besar, Rabu (17/6/2020). (Foto: Istimewa)
Jayanty Nada Shofa / JNS Rabu, 17 Juni 2020 | 20:55 WIB

Aceh Besar, Beritasatu.com - Pemerintah Aceh telah merealisasikan pembangunan 4.226 rumah layak huni bagi warga kurang mampu di seluruh Aceh sejak awal tahun 2020. Pembangunan ini menyerap anggaran hingga Rp 348,66 miliar.

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Perkim) Aceh T. Mirzuan ketika melakukan penyerahan kunci rumah layak huni bagi penerima bantuan di Kabupaten Aceh Besar, Rabu (17/6/2020).

Serah terima kunci dilakukan kepada kepada lima penerima di Gampong Mureu Bung Ue, Kecamatan Indrapuri, serta dua penerima di Gampong Bakoy, Kecamatan Ingin Jaya.

Mirzuan menuturkan, Dinas Perkim Aceh mempercepat proses pengadaan rumah dengan memanfaatkan sistem e-catalog.

"Dengan ini, [pengadaan] dapat dimulai pada bulan Januari 2020 yang hingga saat ini telah terkontrakkan sebanyak 4.226 unit. Dapat disampaikan juga bahwa mekanisme pengadaan dengan system e-catalog merupakan inovasi Pak Plt. Gubernur yang dirintis sejak Oktober 2018 bersama Dinas Perkim, Biro PBJ Setda Aceh dan LKPP," ungkap Mirzuan.

Lebih lanjut, rumah-rumah tersebut tersebar di 23 kabupaten/kota di Aceh dan ditunjukkan bagi warga yang berada di bawah garis kemiskinan. Proses serah terima kunci dilakukan untuk rumah yang pembangunannya telah selesai. Serah terima rumah juga akan menyusul untuk rumah yang masih dalam proses penyelesaian.

"Penandatanganan kontrak dimulai sejak 28 Februari 2020. Insya Allah, sampai saat ini yang sudah selesai dan dapat serah terima kepada pemilik sekitar 1.000 unit yang tersebar di seluruh kabupaten kota," ujar T. Mirzuan.

Salah satu penerima rumah, Mukhtar, mengapresiasi bantuan dari Pemerintah Aceh. Ayah tiga anak yang berprofesi sebagai petani ini bahkan sudah mempersiapkan kenduri kecil.

Dirinya mengaku tidak terbayang untuk membangun rumah permanen lantaran pendapatannya hanya mampu menutupi kebutuhan belanja dapur. Meski demkian, Mukhtar bercita-cita untuk membangun rumah lantaran rumah panggung tempat mereka sudah tidak layak.

"Hana sanggop kamoe peugot keudroe. Adak pih sanggop payah tapubloe pue yang na (Tidak sanggup kami bangun sendiri. Kalaupun sanggup harus kami jual segalanya)," tutur Mukhtar.

Di Gampong Mureu Bung Ue, Hasanudin turut berterima kasih pada Pemerintah Aceh. Pasalnya, jumlah rumah bantuan yang diterima desanya tahun ini meningkat drastis dari tahun sebelumnya. Jika di tahun 2019, desanya hanya menerima dua rumah. Kini, pemerintah Aceh telah membangun 21 rumah.

Berdasarkan data Dinas Perkim Aceh, jumlah rumah layak huni yang dibangun Pemerintah Aceh di tahun 2020 tersebar di 23 kabupaten/kota dengan rincian sebagai berikut:

Banda Aceh 45 unit, Aceh Besar 429 unit, Pidie 414 unit, Pidie Jaya 96 unit, Bireuen 500 unit, Lhokseumawe 57 unit, Aceh Utara 863 unit, Aceh Timur 701 unit, Langsa 40 unit, Aceh Tamiang 196 unit, Bener Meriah 124 unit, Aceh Tengah 76 unit, Gayo Lues 98 unit, Aceh Tenggara 82 unit, Aceh Jaya 150 unit, Aceh Barat 13 unit, Nagan Raya 27 unit, Abdya 5 unit, Aceh Selatan 77 unit, Singkil 114, Subulussalam 48 unit, Simeulue 71 unit.

4.007 Unit Rumah di 2019

Sepanjang 2019, Pemerintah Aceh telah membangun 4.007 unit rumah layak huni untuk seluruh kabupaten/kota di Aceh dengan total pagu mencapai Rp 341,34 miliar.

Sebaran rumah layak huni tersebut adalah sebagai berikut:

Kota Sabang sebanyak 10 unit, Banda Aceh 60 unit, Aceh Besar 310 unit, Pidie 228 unit, Pidie Jaya 140 unit, Bireuen 379 unit, Lhokseumawe 85 unit.

Selanjutnya, Aceh Utara 872 unit, Aceh Timur 555 unit, Langsa 44 unit, Aceh Tamiang 222 unit, Bener Meriah 70 unit, Aceh Tengah 150 unit, Gayo Lues 50 unit, Aceh Tenggara 145 unit, Aceh Jaya 80 unit, Aceh Barat 80 unit, Nagan Raya 114 unit, Abdya 118 unit, Aceh Selatan 131 unit, Aceh Singkil 54 unit, Subulussalam 70 unit, dan Simeulue 40 unit.



Sumber: BeritaSatu.com