Jumlah Penerima BLT Dana Desa Turun 36%

Jumlah Penerima BLT Dana Desa Turun 36%
Abdul Halim Iskandar. (Foto: Antara)
Lenny Tristia Tambun / FER Rabu, 17 Juni 2020 | 21:15 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Menteri Desa), Abdul Halim Iskandar mengatakan, jumlah penerima bantuan langsung tunai (BLT) Dana Desa mengalami penurunan sebanyak 36 persen dari target yang telah ditentukan.

Baca Juga: Lima Kendala Penyaluran BLT Dana Desa

"Di simulasi awal, kami menghitung akan meng-cover BLT dana desa ke 12.347.000 keluarga penerima manfaat (KPM). Tapi dalam pelaksanaannya menurun,” kata Abdul Halim Iskandar dalam konferensi pers secara virtal di Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (17/6/2020).

Menurut Menteri Desa, realisasi jumlah penerima BLT Dana Desa turun dikarenakan digunakan untuk pengisi kekosongan bantuan sosial (Bansos). BLT Dana Desa akan disalurkan apabila ada masyarakat yang tidak mendapatkan bantuan sosial (bansos) yang telah diberikan pemerintah maupun pemerintah daerah.

"Kenapa, karena memang kebanyakan BLT Dana Desa digunakan sebagai pengisi rongka kosong. Ketika bantuan sosial tunai (BST) enggak dapat, PKH Tidak dapat, BPNT tidak dapat, baru diisi BLT Dana Desa. Karena mengisi rongga koson, terjadi penurunan target,” terang Abdul Halim Iskandar.

Baca Juga: Kucuran Dana BLT Desa Jangkau 65.736 Desa

Penurunan target ini, lanjutnya, menjadi bukti kuat kebijakan Presiden terkait jaring pengaman sosial untuk membantu warga yang terkena dampak pandemi Covid-19 sudah tepat sekali. "Bahasa lainnya, begitu perhatiannya presiden sama rakyatnya, sampai kehabisan sasaran,” ujar Abdul Halim Iskandar.

Ini dibuktikan dengan penurunan simulasi, dari awalnya 12,43 juta calon penerima manfaat, fakta di lapangan hingga hari ini BLT Dana Desa telah disalurkan kepada 6.881.778 keluarga penerima manfaat (KPM) atau sebesar 58 persen dari target yang telah ditetapkan.

"Total akhir, kami perkirakan jumlah KPM akan mencapai 64 persen, atau 7,846 juta KPM. Tidak sampai 8 juta KPM,” tegasnya.

Baca Juga: Pencairan BLT Dana Desa Tersebar di 8.157 Desa

Menteri Desa juga mengungkapkan penggunaan Dana Desa untuk program padat karya tunai hingg 16 Juni 2020, sudah terealisasikan sebesar Rp 1,3 triliun. "Tidak banyak, karena memang fokus kepada BLT. Tapi setelah ini, pasti nanti padat karya tunai desa akan kembali naik,” tuturnya.

Sementara, untuk kegiatan desa tanggap covid, sampai data per 16 Juni 2020, telah terpakai Dana Desa sebesar Rp 3 triliun dengan jumlah relawan 1.000.851 orang. Kemudian, terkait regulasi perpanjangan BLT Dana Desa untuk tiga bulan berikutnya, Juli-September, Abdul Halim Iskandar mengatakan pemerintah telah menerbitkannya.

"Regulasi terkait dengan perpanjangan BLT dana desa tiga bulan berikutnya, Juli-September, tanggal 16 kemarin sudah kami selesaikan, sudah keluar dari Kemenkumham. Nomor 7 tahun 2020 perubahan atas Permendes No 11 tahun 2020. Yang isinya perpanjangan penyaluran BLT Dana Desa Juli-September dengan nilai Rp 300 ribu per keluarga penerima manfaat,” paparnya.



Sumber: BeritaSatu.com