Gubernur Bengkulu Minta Penggunaan Ponsel dalam Lapas Ditertibkan

Gubernur Bengkulu Minta Penggunaan Ponsel dalam Lapas Ditertibkan
Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah. (Foto: Dok Pemprov Bengkulu)
Usmin / JAS Kamis, 18 Juni 2020 | 18:41 WIB

Bengkulu, Beritasatu.com - Gubernur Bengkulu, Rohidin Mersyah, meminta pimpinan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) daerah ini untuk menertibkan penggunaan ponsel (handphone, HP) dan kunjungan guna mencegah peredaran narkoba di dalam lapas.

"Kita minta Kepala Lapas dan Rutan di Bengkulu, menertibkan pengguna HP di dalam lapas guna menekan kasus peredaran narkoba di daerah ini yang dikendalikan dari dalam lapas. Cukup banyak terungkap kasus peredaran narkoba di Bengkulu dikendalikan orang dari dalam lapas," kata Gubernur Rohidin Mersyah, usai menerima kunjungan silaturahmi Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Bengkulu, Brigjen Pol Toga Habinsaran Panjaitan, di Balai Raya Semarak Bengkulu, Kamis (18/6/2020).

Gubernur Rohidin Mersyah mengatakan, penertiban dan pendisiplinan warga lapas menggunakan HP perlu dilakukan terkait banyaknya kasus yang muncul, terutama peredaran narkoba yang dikendalikan dari dalam lapas.

"Saya kira penggunaan handphone dan kunjungan ke dalam lapas, mulai saat ini harus ditertibkan untuk memutus mata rantai peredaran narkoba di Provinsi Bengkulu. Tanpa ditertibkan penggunaan HP di dalam lapas peredaran narkoba dikendalikan dari dalam lapas di Bengkulu, sulit dihentikan," ujarnya.

Selain itu, Gubernur Rohidin Mersyah juga minta BNN Bengkulu, segera penertiban penyalahgunaan obat-obatan dan zat adiktif yang menyebabkan kehilangan kesadaran dan merusak kesehatan di kalangan remaja di daerah ini.

"Sosialisasi dan edukasi secara rutin tentang bahaya narkoba pada anak usia dini juga diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran akan bahaya kesehatan dan ancaman masa depan yang mengintai para pencandu," ujarnya.

Menanggapi hal tersebut, Kepala BNN Provinsi Bengkulu, Toga Habinsaran Panjaitan mengatakan, pihaknya mendukung Lapas untuk dapat terus memantau aktivitas dan keamanan di dalam penjara agar tidak terjadi pengaturan peredaran narkoba dari dalam Lapas.

"Kita harus bersinergi bersama sama dengan pihak lapas. Jika ada indikasi kita lakukan langkah langkah tegas, sehingga napi yang menjadi bandar narkoba tidak seenaknya mengatur peredaran barang hatam dari dalam penjara," ujarnya.

Dalam kunjungan tersebut, Kepala BNN Provinsi Bengkulu juga menyampaikan rencana peresmian panti rehabilitasi narkoba milik BNNP yang berlokasi di kawasan Padang Serai, Kecamatan Kampung Melayu, Kota Bengkulu.

Tahap awal panti ini dapat menampung 30 orang pasien dan terus dikembangkan mengingat korban penyalahgunaan narkoba di Provinsi Bengkulu, sudah mencapai 22.000 jiwa.

Pertemuan ini juga membicarakan persiapan peringatan Hari Anti-Narkotika Internasional, yang akan dilakukan secara virtual pada Jumat (26/6/2020) mendatang. Pada peringatan tahun ini, Badan Narkotika Nasional akan memperkenalkan tagline baru, yaitu HIDUP 100%.

"Tagline ini merupakan ajakan untuk menjadi pribadi yang lebih baik dan lebih maksimal di segala unsur kehidupan (fisik-mental, jasmani-rohani, dunia-akhirat) dengan hidup tanpa narkoba," ujarnya.

 



Sumber: BeritaSatu.com