Sekolah Swasta Dapat Dana BOS Afirmasi dan Kinerja Rp 3,2 Triliun

Sekolah Swasta Dapat Dana BOS Afirmasi dan Kinerja Rp 3,2 Triliun
Nadiem Makarim. (Foto: Beritasatu Photo/David Gita Roza)
Maria Fatima Bona / ALD Jumat, 19 Juni 2020 | 18:08 WIB

Jakarta, Beritasatu.com – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim mengatakan, untuk membantu sekolah swasta yang terdampak pandemi Covid-19, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) mengeluarkan kebijakan baru yakni memperluas penerima dana bantuan operasional sekolah (BOS) afirmasi dan BOS kinerja. Total dana BOS afirmasi dan kinerja yang disiapkan untuk sekolah swasta mencapai Rp 3,2 triliun.

Nadiem menuturkan, berdasarkan regulasi, dana BOS afirmasi hanya bagi sekolah negeri di daerah terluar, tertinggal, dan terdepan (3T). Sedangkan untuk dana BOS kinerja hanya untuk sekolah negeri berkinerja baik. Namun, untuk pertama kalinya aturan diperluas untuk sekolah swasta.

“Tadinya hanya untuk sekolah negeri, kita buka pendanaan BOS afirmasi dan BOS kinerja ini untuk sekolah swasta. Kenapa kita lakukan ini? Sama seperti perguruan tinggi swasta, sekolah swasta ini sebagai institusi ini rentan karena banyak sekali yang SPP (sumbangan pembinaan pendidikan) tertunda,” jelas Nadiem saat menjelaskan kebijakan Kemdikbud di Jakarta, Jumat (19/6/2020).

Dia menjelaskan, banyak sekali orang tua yang tidak bisa membayar SPP. Hal ini membuat sekolah swasta rentan dari sisi keuangan. Merespons kondisi ini, pemerintah tidak ingin sekolah-sekolah swasta tutup karena kondisi krisis ekonomi imbas pandemi Covid-19.

“Jadi ini upaya pemerintah untuk memberikan kepastian untuk daerah yang paling butuh untuk mendapatkan BOS afirmasi dan kinerja, bukan hanya sekolah negeri, tapi swasta juga,” ujar Nadiem.

Rp 3,2 Triliun
Dia mengungkapkan, dana BOS afirmasi dan kinerja ini langsung ditransfer Kementerian Keuangan ke rekening sekolah. Total yang disiapkan Rp 3,2 triliun. Perinciannya BOS afirmasi Rp 2 triliun dan BOS kinerja Rp 1,2 triliun. Dana tersebut disiapkan bagi 56.115 sekolah di 32.321 desa/kelurahan daerah khusus.

“Untuk krisis Covid-19 ini, dana BOS afirmasi dan kinerja bisa digunakan berbagai macam hal. Bisa digunakan untuk fasilitas kesehatan, kuota internet baik murid maupun orang tua, dan berbagai macam kebutuhan pembelajaran jarak jauh dan kebutuhan protokol kesehatan,” kata Nadiem.

Adapun ketentuannya adalah, untuk sekolah negeri dan swasta meliputi SD, SMP, SMA, SMK, dan SLB yang paling membutuhkan. Masing-masing sekolah menerima Rp 60 juta per tahun.

BOS afirmasi dan BOS kinerja dapat digunakan untuk kegiatan yang sama dengan BOS reguler selama masa pandemi Covid-19. Perinciannya antara lain untuk pembayaran guru honorer, pembayaran tenaga kependidikan jika dana masih tersedia, belanja kebutuhan belajar dari rumah seperti pulsa, paket data, layanan pendidikan daring berbayar, serta belanja kebutuhan kebersihan terkait pencegahan Covid-19 seperti sabun, pembasmi kuman, dan penunjang kesehatan lainnya.

Terdapat dua kriteria sekolah yang berhak mendapatkan bantuan tersebut. Pertama, berada di wilayah terpencil atau terbelakang, kondisi masyarakat adat yang terpencil, perbatasan dengan negara lain, dan terkena bencana alam, bencana sosial, atau daerah yang berada dalam keadaan darurat lainnya. Hal ini sesuai Permendikbud 23/2020, Kepmendikbud 580/2020, dan Kepmendikbud 581/2020.

Kedua, diprioritaskan untuk sekolah dengan proporsi siswa dari keluarga miskin lebih besar, sekolah yang menerima dana BOS reguler lebih rendah, dan sekolah yang memiliki proporsi guru tidak tetap lebih besar. Hal itu diatur dalam Permendikbud 24/2020 dan Kepmendikbud 582/2020.

Nadiem menambahkan, meskipun pemerintah membantu sekolah swasta dalam perluasan dana BOS afirmasi dan kinerja, kebijakan SPP tetap menjadi kebijakan pihak sekolah maupun yayasan.



Sumber: BeritaSatu.com