Bulog Salurkan Lebih dari 3,3 Juta Paket Beras Bantuan Presiden di Jabodetabek

Bulog Salurkan Lebih dari 3,3 Juta Paket Beras Bantuan Presiden di Jabodetabek
Beras bantuan Presiden Jokowi yang berada di gudang Bulog. (Foto: istimewa)
Chairul Fikri. / CAH Jumat, 19 Juni 2020 | 21:35 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Bulog selaku badan ketahanan nasional ditugaskan Presiden melalui Kementerian Sosial selaku penyedia data masyarakat yang layak menerima bantuan, telah menyalurkan bantuan dari presiden. Bantuan berupa paket beras premium sebanyak 25 KG per KPM.

Tri Wahyudi Saleh selaku Direktur Operasi Bulog mengatakan untuk tahap pertama pada periode tanggal 5-22 Mei 2020, Bulog telah menyalurkan sebanyak 1.457.612 paket dengan total beras sebanyak 36.440 ton. Sedangkan untuk tahap kedua yang dibagikan pada periode 1-15 Juni 2020 kemarin 1.861.856 dengan total beras sebanyak 46.546 ton.

"Angkanya sendiri sesuai dengan target pemerintah dengan asumsi wabah Covid ini sangat berdampak bagi masyarakat. Jadi bisa saja orang yang tadinya sebelumnya bukan penerima bantuan jadi penerima lantaran kehilangan lapangan pekerjaan atau PHK. Apalagi tenaga lepas harian banyak juga yang terdampak," ungkap Tri dalam keterangan pers, Jumat (19/6/2020).

Baca Juga: Bulog Salurkan Bansos Tahap II untuk 1,85 Juta Keluarga di Jabodetabek

Ditambahkannya,  Bulog juga membutuhkan beberapa pendukung seperti ketersediaan armada dan tenaga buruh untuk menyalurkan bantuan tersebut. Berdasarkan data yang ada total armada pada tahap 1 sebanyak 10.847 truk. Sementara total armada untuk tahap 2 diperlukan 10.027 truk untuk mengangkut beras.

Terkait dengan kabar bahwa beras raskin yang dijadikan bantuan, Bulog juga menepis kabar tak sedap tersebut. Terbukti bahwa Bulog benar-benar menjalan perintah Presiden RI untuk memberikan bantuan berupa beras premium ke masyarakat disekitar kawasan Jabodetabek. Beras premium itu didapatkan dari seluruh petani lokal yang tersebar di kepulauan Jawa, Sumatera hingga Indonesia bagian Timur.

Baca Juga: Polisi Tangkap Pelaku Penyebar Info Beras Busuk Bulog

"Memang komoditinya hanya beras 25 Kg saja.Namun terkait dengan beras yang disalurkan untuk bantuam Presiden itu melalui proses QC yang sangat ketat. Seperti warna, bau, kutu, batu dan lainnya sangat detail diperhatikan langsung oleh saya sebagai direktur operasional Bulog selaku penanggung jawabnya. Bahkan pernah ada kasus 50 ton beras di reject setelah tidak lolos proses QC bulog karena memang tidak layak untuk diberikan. Jadi memang bukan sembarang beras seperti yang rame diberitakan sebelumnya seperti beras raskin yang dibagikan. Jadi benar-benar beras premium bukan medium," tambahnya.

Bulog sendiri mengapresiasi kepercayaan yang diberikan Kemsos untuk melaksanakan pengadaan dan penyaluran bansos tersebut. Kedepan Bulog akan terus mengevaluasi kinerjanya agar terus menjadi lebih baik lagi. Apalagi Presiden sudah mengumumkan bahwa Bansos ini akan terus dijalankan hingga akhir tahun 2020 mendatang.



Sumber: BeritaSatu.com