BSSN: Tidak Ada Kebocoran Data Pasien Covid-19

BSSN: Tidak Ada Kebocoran Data Pasien Covid-19
Ilustrasi kampanye pencegahan "corona". (Foto: AFP)
Yeremia Sukoyo / CAH Minggu, 21 Juni 2020 | 16:34 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) menegaskan, saat ini tidak ada kebocoran data pribadi terkait dengan penanganan pandemi Covid-19 di Indonesia. Selama ini, BSSN pun telah berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan dan Gugus Tugas untuk memastikan keamanan data.

"BSSN telah berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan dan Gugus Tugas terkait untuk memastikan bahwa tidak ada akses tidak sah yang berakibat kebocoran data pada Sistem Elektronik dan aset informasi aktif penanganan pandemi Covid-19," kata Juru Bicara BSSN, Anton Setiyawan, dalam keterangannya, Minggu (21/6/2020).

Baca Juga: 70 Persen Kasus Positif Covid-19 Minim Keluhan

Penegasan tersebut disampaikan setelah adanya informasi penjualan data pribadi yang terjadi di forum darkweb, khususnya yang terkait dengan penanganan pandemi Covid-19 di Indonesia.

Ditegaskan Anton, pihaknya telah dan akan terus mengambil langkah-langkah yang terukur guna memastikan keamanan sistem elektronik serta meningkatkan kolaborasi aktif dengan semua unsur dari pemerintah pusat sampai pemerintah daerah dalam hal pengamanan data terkait penanganan pandemi Covid-19.

"BSSN mengajak semua unsur yang terlibat dalam penanganan pandemi Covid-19 untuk selalu menerapkan Standar Manajemen Pengamanan Informasi dan membangun budaya keamanan siber dalam pengelolaan sistem elektroniknya," ucapnya.

Dirinya mengingatkan, akses yang tidak sah terhadap suatu sistem elektronik juga merupakan tindakan pidana yang diancam dengan hukuman pidana penjara paling lama tujuh tahun penjara dan/atau denda paling banyak Rp 700.000.000, sesuai Pasal 46 Ayat 2 UU 11 tahun 2008 Tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

"Mengimbau semua pihak untuk turut berpartisipasi aktif dalam penanganan pandemi Covid-19 dan tidak memanfaatkan situasi ini demi kepentingan pribadi/kelompok," kata Anton. 

 



Sumber: BeritaSatu.com